Jelang KTT BRICS 2025 di Brasil, AS Awasi Ketat Modi dan Dedolarisasi

Minggu, 08 Juni 2025 - 19:35 WIB
loading...
Jelang KTT BRICS 2025...
erdana Menteri India, Narendra Modi. FOTO/BS Media
A A A
JAKARTA - Kehadiran Perdana Menteri India, Narendra Modi, pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang akan berlangsung di Rio de Janeiro, Brasil bulan depan menimbulkan kekhawatiran Washington. Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Presiden Trump, mengamati perkembangan ini dengan cermat, terutama terkait diskusi mengenai mata uang BRICS dan upaya dedolarisasi yang dapat mengancam dominasi keuangan AS.

Ketegangan antara India dan AS meningkat seiring dengan partisipasi New Delhi dalam KTT tersebut. Para pejabat AS memperingatkan bahwa langkah ini dapat membentuk kembali hubungan perdagangan BRICS dan menantang otoritas G7 dalam urusan ekonomi global.

Baca Juga: Duel Ekonomi BRICS vs G7, Siapa yang Paling Kaya di 2025?

Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menyampaikan ketidakpuasan Amerika pada forum industri USISPF pada hari Selasa. Ia mengungkapkan bahwa partisipasi Modi dalam KTT BRICS telah menciptakan gesekan di antara para sekutu.

"Negara-negara BRICS mengatakan, 'Mari kita bergerak untuk tidak mendukung dolar dan hegemoni dolar.' Itu bukanlah cara untuk memenangkan teman, dan mempengaruhi orang-orang di Amerika," ujar Lutnick, seperti dikutip dari Watcher Guru, Minggu (8/6).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Rekomendasi
Honda Siap Luncurkan...
Honda Siap Luncurkan 2 Motor Listrik Terbaru Lagi
Profesor Ahli Gizi dan...
Profesor Ahli Gizi dan Dokter Anak Bakal Direkrut sebagai Dewan Pengarah BGN
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved