Jelang KTT BRICS 2025 di Brasil, AS Awasi Ketat Modi dan Dedolarisasi

Minggu, 08 Juni 2025 - 19:35 WIB
loading...
A A A
Lutnick juga mengungkapkan kekhawatiran yang lebih luas mengenai pilihan strategis India, mencatat bahwa selain membeli perangkat keras militer dari Rusia, India telah "menggosok AS dengan cara yang salah" dengan menjadi bagian dari BRICS. Kelompok pemikir di Washington menyebut pertemuan ini sebagai "Rio Reset," dan mereka berpendapat bahwa pertemuan ini akan menantang ekonomi Barat secara langsung.

BRICS Menantang Otoritas Barat


BRICS kini mewakili setengah dari populasi dunia dan menguasai 39% dari PDB global, sementara G7 menyumbang sekitar 30% dari PDB dunia. Pergeseran ini mencerminkan perubahan dinamika ekonomi global yang sedang dipantau secara ketat saat Modi mempersiapkan pertemuan BRICS.

Kepresidenan Brasil telah menguraikan rencana ambisius untuk alternatif mata uang dan reformasi institusional. Catatan konsep ini menyoroti inisiatif-inisiatif yang sedang berkembang, seperti Bank Pembangunan Baru, serta membahas reformasi Dana Moneter Internasional dan Organisasi Perdagangan Dunia untuk meningkatkan representasi negara-negara berkembang.

Baca Juga: Militer Israel Hadapi Krisis Peralatan dan Kegagalan Teknis yang Parah di Gaza

Namun, Menteri Luar Negeri India, S. Jaishankar, mengklarifikasi posisi India pada bulan Maret, menyatakan bahwa tidak ada posisi terpadu BRICS mengenai alternatif mata uang dan bahwa India tidak memiliki kebijakan untuk menggantikan dolar. Pendekatan terukur ini mencerminkan tindakan penyeimbangan diplomatik India yang kompleks saat ini.

Waktu pelaksanaan KTT BRICS Modi menciptakan kerumitan diplomatik tambahan bagi ketegangan India-AS, karena Jaishankar diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Washington sebelum pertemuan bulan Juli. Ia akan menghadiri pertemuan Empat Menteri Luar Negeri yang diselenggarakan oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, pada 1 Juli.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
6 Fakta Perayaan Ulang...
6 Fakta Perayaan Ulang Tahun AS ke-250, Bill Clinton: Masa Depan Kita Dipertanyakan
Pilot Amerika Serikat...
Pilot Amerika Serikat Korban Serangan KKB di Yahukimo Diduga Tewas Ditembak Jarak Dekat
KKB Papua Tembak Mati...
KKB Papua Tembak Mati Pilot Nicholas F Goselin lalu Salahkan AS dan Indonesia, Amerika Bungkam
Rekomendasi
Aroma Janggal Laga Prancis...
Aroma Janggal Laga Prancis vs Paraguay: 30 Pelanggaran Tanpa Kartu Kuning
3 Drama Korea Adaptasi...
3 Drama Korea Adaptasi Webtoon Ini Viral Sepanjang 2026, Wajib Masuk Daftar Tontonan
Penasihat Ahli Kapolri...
Penasihat Ahli Kapolri Optimistis Irjen Wibowo Tingkatkan Pelayanan Korlantas Semakin Modern
Berita Terkini
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved