Ekonom Indef Sebut RAPBN 2021 Aneh dan Tidak Kokoh, Kok?
Selasa, 08 September 2020 - 14:04 WIB
loading...
A
A
A
Kedua, anggaran keamanan dan ketertiban yang naik jadi Rp165 triliun bersamaan dengan anggaran pertahanan yang naik jadi Rp 137 triliun. "Apakah skenario pandemi dunia yang sekarang ini terjadi di global yang relatif berpengaruh ke ekonomi masuk di dalam konflik politik? Mengapa tiba-tiba anggaran hankam jadi Rp165 triliun? Ada skenario apa?," tuturnya.
Didin menilai desain APBN 2021 tidak kokoh dan tidak jelas, bahkan tidak fokus mengatasi Covid. "Ini pendekatan tidak jelas, arah demand side tidak supply side juga tidak. Tidak jelas ini, yang lebih anehnya APBN 2021 malah anggaran kesehatan turun dari Rp87,5 triliun menjadi hanya Rp25,4 triliun," cetusnya.
(Baca Selengkapnya, Teks Pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2021 Presiden Jokowi)
Menurut Didin, minimnya anggaran kesehatan kemungkinan besar berarti tidak akan ada vaksinasi massal gratis. Padahal, kata dia, seharusnya biaya kesehatan ditingkatkan untuk menyelamatkan jiwa, menyelamatkan pelaku kesehatan dan juga menyelamatkan pembangunan.
"Jadi seharusnya justru anggaran kesehatan ditingkatkan. Bahkan biaya perlindungan sosial yang tadinya Rp203 triliun jadi hanya Rp136 triliun. Mengapa? Dengan demikian APBN 2021 ini tidak kokoh dengan ambisi ekonomi mencapai 5,5% saya kira jauh dari target," tandasnya.
Didin menilai desain APBN 2021 tidak kokoh dan tidak jelas, bahkan tidak fokus mengatasi Covid. "Ini pendekatan tidak jelas, arah demand side tidak supply side juga tidak. Tidak jelas ini, yang lebih anehnya APBN 2021 malah anggaran kesehatan turun dari Rp87,5 triliun menjadi hanya Rp25,4 triliun," cetusnya.
(Baca Selengkapnya, Teks Pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2021 Presiden Jokowi)
Menurut Didin, minimnya anggaran kesehatan kemungkinan besar berarti tidak akan ada vaksinasi massal gratis. Padahal, kata dia, seharusnya biaya kesehatan ditingkatkan untuk menyelamatkan jiwa, menyelamatkan pelaku kesehatan dan juga menyelamatkan pembangunan.
"Jadi seharusnya justru anggaran kesehatan ditingkatkan. Bahkan biaya perlindungan sosial yang tadinya Rp203 triliun jadi hanya Rp136 triliun. Mengapa? Dengan demikian APBN 2021 ini tidak kokoh dengan ambisi ekonomi mencapai 5,5% saya kira jauh dari target," tandasnya.
(fai)
Lihat Juga :