Buka IWWEF, Menko AHY Targetkan 2024 Akses Air Bersih Capai 100%
Kamis, 12 Juni 2025 - 08:03 WIB
loading...
A
A
A
Komisaris PT Tigalapan Investama Group, Mohd Reza Pahlevi mengatakan, untuk mencapai 100 air bersih tersebut sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, serta keterlibatan aktif pihak swasta. Dia menilai infrastruktur dasar seperti perpipaan menjadi kunci utama yang harus segera dibenahi agar hak rakyat mendapatkan air bersih bisa terpenuhi secara merata.
“Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting, karena pemerintah pusat tidak bisa mengandalkan dana sendiri. Diperlukan sinergi dengan pihak swasta melalui mekanisme KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha) dan B2B,” katanya. Baca juga: AHY Ungkap Arah Pembangunan Infrastruktur untuk Mengejar Pertumbuhan Ekonomi 8%
Ia juga menekankan pentingnya transfer teknologi dalam pengelolaan air bersih. Terutama dengan kemajuan teknologi seperti AI, sistem SCADA, dan IoT yang dapat meningkatkan efisiensi dan pengelolaan sistem air. “Investasi yang dibutuhkan sangat besar, bahkan bisa mencapai ratusan hingga ribuan triliun rupiah untuk infrastruktur air bersih saja,” tambahnya.
Reza menyebut, saat ini fokus menjalin kemitraan dengan PDAM di berbagai daerah seperti Bekasi, Tangerang, Depok, Sidoarjo, dan beberapa daerah lain. Tujuannya mempercepat penyediaan layanan air bersih dengan dana murni dari investasi swasta lokal, sebagai wujud kontribusi nyata bagi Indonesia. “Kolaborasi harus berjalan baik supaya target nasional bisa tercapai dan masyarakat mendapat akses air bersih yang layak,” ujarnya.
“Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting, karena pemerintah pusat tidak bisa mengandalkan dana sendiri. Diperlukan sinergi dengan pihak swasta melalui mekanisme KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha) dan B2B,” katanya. Baca juga: AHY Ungkap Arah Pembangunan Infrastruktur untuk Mengejar Pertumbuhan Ekonomi 8%
Ia juga menekankan pentingnya transfer teknologi dalam pengelolaan air bersih. Terutama dengan kemajuan teknologi seperti AI, sistem SCADA, dan IoT yang dapat meningkatkan efisiensi dan pengelolaan sistem air. “Investasi yang dibutuhkan sangat besar, bahkan bisa mencapai ratusan hingga ribuan triliun rupiah untuk infrastruktur air bersih saja,” tambahnya.
Reza menyebut, saat ini fokus menjalin kemitraan dengan PDAM di berbagai daerah seperti Bekasi, Tangerang, Depok, Sidoarjo, dan beberapa daerah lain. Tujuannya mempercepat penyediaan layanan air bersih dengan dana murni dari investasi swasta lokal, sebagai wujud kontribusi nyata bagi Indonesia. “Kolaborasi harus berjalan baik supaya target nasional bisa tercapai dan masyarakat mendapat akses air bersih yang layak,” ujarnya.
(poe)
Lihat Juga :