Israel Geram, 5 Perusahaan Pertahanan Gagal Pamer Senjata di Paris Air Show
Senin, 16 Juni 2025 - 21:13 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu Kementerian pertahanan Israel mengatakan, dalam sebuah pernyataan bahwa "keputusan yang keterlaluan dan belum pernah terjadi sebelumnya. Serta ini berbau pertimbangan politik dan komersial".
"Orang Prancis bersembunyi di balik pertimbangan politik yang konon untuk mengecualikan senjata ofensif Israel dari pameran internasional -- senjata yang bersaing dengan industri Prancis," katanya.
"Ini sangat mencolok mengingat kinerja mengesankan dari teknologi Israel di Iran," paparnya.
Seperti diketahui Israel telah melancarkan serangan mendadak ke area militer dan nuklir Iran pada hari Jumat, kemarin yang menewaskan komandan tinggi dan ilmuwan Iran. Aksi itu mendorong Teheran untuk membalas dengan rentetan rudal ke wilayah Israel.
Kehadiran perusahaan-perusahaan Israel di Le Bourget, meskipun lebih sedikit dibandingkan sebelumnya, sudah menjadi sumber ketegangan sebelum dimulainya Paris Air Show, karena konflik di Gaza. Pengadilan Prancis pekan lalu menolak permohonan LSM untuk melarang perusahaan-perusahaan Israel dari Le Bourget karena kekhawatiran tentang "kejahatan internasional".
Anggota dewan lokal dari departemen Seine-Saint-Denis yang menjadi tuan rumah acara tersebut absen selama kunjungan Perdana Menteri Prancis, Francois Bayrou ke pembukaan pameran udara sebagai bentuk protes terhadap kehadiran Israel.
"Tidak pernah dunia begitu terganggu dan tidak stabil," kata Bayrou dalam sebuah pertemuan, serta mendesak negara-negara untuk menghadapi tantangan "bersama-sama, bukan melawan satu sama lain".
Perseteruan mengenai Israel membayangi sebuah pameran skala besar sektor penerbangan yang biasanya menghadirkan banyak kejutan dan inovasi industri dirgantara. Bahkan pesanan dalam jumlah besar biasanya terjadi untuk produsen pesawat seperti Airbus dan Boeing.
"Orang Prancis bersembunyi di balik pertimbangan politik yang konon untuk mengecualikan senjata ofensif Israel dari pameran internasional -- senjata yang bersaing dengan industri Prancis," katanya.
"Ini sangat mencolok mengingat kinerja mengesankan dari teknologi Israel di Iran," paparnya.
Seperti diketahui Israel telah melancarkan serangan mendadak ke area militer dan nuklir Iran pada hari Jumat, kemarin yang menewaskan komandan tinggi dan ilmuwan Iran. Aksi itu mendorong Teheran untuk membalas dengan rentetan rudal ke wilayah Israel.
Kehadiran perusahaan-perusahaan Israel di Le Bourget, meskipun lebih sedikit dibandingkan sebelumnya, sudah menjadi sumber ketegangan sebelum dimulainya Paris Air Show, karena konflik di Gaza. Pengadilan Prancis pekan lalu menolak permohonan LSM untuk melarang perusahaan-perusahaan Israel dari Le Bourget karena kekhawatiran tentang "kejahatan internasional".
Anggota dewan lokal dari departemen Seine-Saint-Denis yang menjadi tuan rumah acara tersebut absen selama kunjungan Perdana Menteri Prancis, Francois Bayrou ke pembukaan pameran udara sebagai bentuk protes terhadap kehadiran Israel.
"Tidak pernah dunia begitu terganggu dan tidak stabil," kata Bayrou dalam sebuah pertemuan, serta mendesak negara-negara untuk menghadapi tantangan "bersama-sama, bukan melawan satu sama lain".
Perseteruan mengenai Israel membayangi sebuah pameran skala besar sektor penerbangan yang biasanya menghadirkan banyak kejutan dan inovasi industri dirgantara. Bahkan pesanan dalam jumlah besar biasanya terjadi untuk produsen pesawat seperti Airbus dan Boeing.
Lihat Juga :