Inggris dan Trump Beda Arah Soal Sanksi Baru Rusia

Selasa, 17 Juni 2025 - 21:06 WIB
loading...
Inggris dan Trump Beda...
Saat KTT G7 di Kanada, Trump mengatakan, sanksi-sanksi terhadap Rusia tersebut menghabiskan banyak uang bagi (AS). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Inggris diperkirakan sedang bersiap untuk mengumumkan sanksi baru terhadap Rusia yang dirancang agar bisa meredam mesin perang Putin. Perdana Menteri Sir Keir Starmer mengatakan, sanksi baru ini nantinya bakal meningkatkan tekanan ekonomi pada Kremlin.

Tujuannya adalah agar Rusia memperlihatkan keseriusannya, dalam mewujudkan perdamaian. Namun sepertinya rencana sanksi baru Inggris terhadap Rusia, tidak mendapatkan dukungan dari AS (Amerika Serikat) setelah Donald Trump memberikan sinyal penolakan.

Saat KTT G7 di Kanada, Trump mengatakan, sanksi-sanksi tersebut "menghabiskan banyak uang bagi (AS)". Downing Street menerangkan, bahwa paket sanksi baru bertujuan untuk menjaga "tekanan pada industri militer Rusia", meski tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Baca Juga: Pembatasan Harga Minyak Rusia Bakal Dipatok USD45/Barel, Kremlin Peringatkan UE

Dalam sebuah pernyataannya, Sir Keir mengatakan bahwa dia dan mitra G7 lainnya sedang menyelesaikan langkah-langkah baru di KTT Alberta, dan bahwa mereka akan "menekan pendapatan energi Rusia dan mengurangi dana yang dapat mereka kucurkan untuk perang ilegal mereka".

"Faktanya, Rusia tidak menguasai semua kartu," ungkapnya.

Ketika ditanya mengapa informasi sanksi baru sifatnya terbatas, seorang juru bicara mengatakan: "Ini hanya fakta bahwa G7 baru saja dimulai... akan terlalu cepat untuk mendahului apa yang akan dihasilkan,".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Canda Bahlil ke Nusron...
Canda Bahlil ke Nusron Wahid Berkacamata Hitam, Sedih Inggris Kalah vs Argentina
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
Rekomendasi
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Libur Sekolah Lebih...
Libur Sekolah Lebih Pengaruhi Order Online daripada Komisi 8 Persen
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved