Inggris dan Trump Beda Arah Soal Sanksi Baru Rusia

Selasa, 17 Juni 2025 - 21:06 WIB
loading...
A A A
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky dan sekutu-sekutu lainnya ingin menggunakan pertemuan itu untuk mendorong Trump agar bisa menekan Rusia. Sebelumnya pada awal pekan, Trump - yang mengumumkan bahwa ia akan meninggalkan pertemuan lebih awal karena meningkatnya konflik di Timur Tengah - menunjukkan bahwa ia tidak mendukung rencana sanksi baru kepada Rusia.

Trump mengatakan, "Kamu berbicara tentang miliaran dolar. Sanksi tidak semudah itu. Ini bukan hanya jalan satu arah."

Trump menerangkan, bahwa dia "menunggu untuk melihat apakah ada kesepakatan" yang dapat dicapai antara Rusia dan Ukraina untuk mengakhiri perang sebelum menandatangani paket sanksi baru. Kepergiannya yang lebih awal dari pertemuan G7 bisa berarti bahwa pengumuman tentang sanksi kemungkinan besar tidak melibatkan AS.

Pembicaraan di Kanada diperkirakan mencakup diskusi tentang bagaimana mengurangi harga yang dibayar banyak negara untuk minyak Rusia.

G7 sepakat pada bulan Desember 2022 untuk menetapkan batas harga minyak mentah Rusia di posisi USD60 per barel, menjadikannya sebagai syarat agar bisa mendapatkan akses ke pelabuhan dan asuransi pengiriman. Namun, semua ini menjadi kurang efektif akibat jatuhnya harga energi.

Komisi Eropa menginginkan pembatasan harga minyak Rusia berada di angka USD45 per barel. Sementara itu Ukraina ingin batasan yang lebih rendah lagi yakni USD30. Sekutu Barat juga ingin paket baru sanksi ekonomi itu jauh lebih ketat.

Komisi Eropa telah mengusulkan putaran baru sanksi yang ditujukan pada pendapatan energi Moskow, perbankan, hingga industri militer.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Ekonomi Rusia Menyusut...
Ekonomi Rusia Menyusut tapi Rakyatnya Makin Kaya, Moskow Kebal Sanksi Barat?
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Rekomendasi
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
HUT ke-499, Pramono-Rano...
HUT ke-499, Pramono-Rano Resmi Luncurkan Logo 5 Abad Jakarta
Perkuat Eksistensi di...
Perkuat Eksistensi di Jakarta Fair 2026 Lewat Konsep Sports Market Terbaru
Berita Terkini
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved