Danantara Bakal Suntik Modal ke BUMN Sakit, Asal...

Rabu, 18 Juni 2025 - 17:51 WIB
loading...
Danantara Bakal Suntik...
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dibentuk dengan tujuan menyelamatkan perusahaan-perusahaan negara alias BUMN sakit, bagaimana caranya?. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria menjelaskan, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dibentuk dengan tujuan menyelamatkan perusahaan-perusahaan negara alias BUMN sakit yang mengalami kesulitan keuangan.

Dony menjelaskan, belakangan banyak BUMN yang mengalami kesulitan keuangan, namun sesama perusahaan negara pun tidak bisa banyak berbuat untuk saling memberikan bantuan. Mekanisme sebelumnya, penyehatan BUMN paling hanya bisa dilakukan dengan pemberian PMN (Penyertaan Modal Negara) .

"Kebetulan di sini ada Pupuk, Telkomsel, BRI misalnya yang labanya besar. Tapi kan satu sisi ada juga perusahaan karya yang bahkan tidak mampu membayar gaji karyawannya. Kan tidak bisa kita pakai uang Telkomsel untuk membayar gaji karyawan Indofarma misalnya, yang sebulan hanya Rp3 miliar. Padahal kita lihat untungnya BRI Rp60 triliun, tapi tidak bisa bantu Rp3 miliar," ujarnya di Plataran Senayan, Rabu (18/6/2025).

Baca Juga: 7 BUMN Pesakitan, Erick Thohir Blak-blakan Kondisi Terkini Perusahaan Pelat Merah

Dony menjelaskan, hal tersebut tidak bisa dilakukan karena mereka tidak dalam satu entitas yang sama. Sehingga penyelamatan BUMN yang tengah 'sakit' hanya mengandalkan suntikan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) lewat penyaluran PMN.

Lebih jauh, Mantan Direktur Utama InJourney itu menjelaskan BPI Danantara terdiri dari 2 holding, yaitu Danantara Aset Manajemen dan Danantara Investment Manajemen. Danantara Aset Manajemen akan berfungsi untuk mengkonsolidasikan seluruh perusahaan negara dalam satu entitas usaha. Sedangkan Investment Management akan berfungsi untuk pengambilan keputusan investasi BPI Danantara.

"Danantara Asset Management itu memiliki seluruh BUMN kita. Namanya kemudian BUMN - BUMN ini diimbrengkan, dimasukan ke dalam Danantara Asset Management, terkonsolidasi di dalam satu PT," kata Dony.

Menurut Dony ketika seluruh perusahaan negara tersebut sudah dikonsolidasikan dalam satu entitas bisnis, maka akan lebih mudah untuk membantu kesulitan para perusahaan negara lewat penyuntikan modal yang didapatkan Danantara dari dividen yang disetor oleh perusahaan BUMN lain.

"Sekarang itu idenya ditarik ke dalam Danantara Asset Management, yang dengan mudah saya bisa membantu kesulitan dan memikirkan roadmap pengembangan dari BUMN kita," sambungnya.

Dony menambahkan, Danantara siap untuk menyuntikan modal untuk membantu penyehatan kinerja perusahaan pelat merah asalkan punya model bisnis, dan rencana yang jelas untuk pengembangan usaha kedepannya.

Baca Juga: Danantara Targetkan 80% Investasi di Dalam Negeri, 20% untuk Proyek Global

"Hari ini seluruh BUMN itu bisa mendapatkan tambahan equity kalau mereka memiliki bisnis model yang proper, bisnis plan yang baik, kemudian kemampuan kemampuan organisasi yang baik, itu mereka CEO -nya bisa datang presentasi ke kami, kemudian kami melihat bahwa ini proper, kemudian kita inject equity untuk perbaikan dan membuat BUMN menjadi sehat," pungkas Dony.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
Arus Kas Kontraktor...
Arus Kas Kontraktor Seret, Danantara Diminta Selamatkan Proyek Sekolah Rakyat
33 Bank Siap Gelontorkan...
33 Bank Siap Gelontorkan Kredit Rp178 Triliun ke Danantara, Buat Apa?
BUMN Ekspor PT DSI Bakal...
BUMN Ekspor PT DSI Bakal Diisi Pekerja Asing, Ini Tugasnya
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Sambut DSI Prabowo,...
Sambut DSI Prabowo, PKB Ingatkan Transparansi dan Keberpihakan ke Petani
Dony Oskaria Kecam Kriminalisasi...
Dony Oskaria Kecam Kriminalisasi Kakek Mujiran: BUMN Harus Hadir untuk Rakyat
Rekomendasi
Bukan Keriput, Ini Tanda...
Bukan Keriput, Ini Tanda Penuaan Wajah yang Mulai Muncul di Usia 35 Tahun
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: ‘Anda Curang atau Bodoh’
Brigjen TNI Marinir...
Brigjen TNI Marinir Rino Rianto Resmi Jabat Dandenjaka, Pimpin Pasukan Elite TNI AL
Berita Terkini
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved