Menghitung Biaya Serangan Udara Israel vs Rudal Iran, Drone Paling Murah Rp324 Juta
Kamis, 19 Juni 2025 - 21:12 WIB
loading...
A
A
A
Akun intelijen terbuka juga mencatat penggunaan JDAM dan SPICE -yang berarti Smart, Precise Impact, Cost-Effective- bom dalam serangan udara di Iran, termasuk di sekitar Teheran. Angkatan udara Israel diklaim memiliki lebih banyak opsi, selain rudal mahal mereka.
Sementara itu Iran tanpa angkatan udara yang kuat, telah membalas Israel dengan menembakkan lebih dari 370 misil balistik dalam beberapa gelombang sejak hari Jumat, kemarin. Hingga saat ini setidaknya terdapat 30 lokasi yang terdampak serengan, hingga mengakibatkan puluhan korban jiwa dan melukai lebih dari 590 orang lainnya, menurut statistik pemerintah Israel.
Serangan misil balistik yang bisa menelan biaya jutaan dolar untuk setiap rudalnya, diklaim jauh lebih mahal dibandingkan dengan JDAM dan SPICE bombs yang digunakan Israel untuk menyerang Iran. Sebuah JDAM misalnya, disebut mungkin hanya memakan biaya puluhan ribu dolar.
Dengan meluncurkan salvo rudal, Iran diperkirakan memiliki ratusan hingga ribuan rudal yang belum ditembakkan. Sementara itu Israel mengklaim telah menghancurkan sepertiga dari peluncur Teheran selama perang, untuk membatasi kemampuannya dalam meluncurkan rudal.
Iran juga telah meluncurkan ratusan drone ke Israel. Meskipun ini jauh lebih murah daripada rudal - drone terkenal Tehran, Shahed-136 diperkirakan memiliki biaya paling rendah USD20.000 atau setara Rp324,8 juta (dengan kurs Rp16.240 per USD) - senjata-senjata ini juga bergerak jauh lebih lambat dan jauh lebih mudah untuk dicegat.
Tetapi tembakan rudal dan drone Iran memaksa Israel memakai pertahanan udara mereka yang paling mahal, hingga berpotensi menambahkan tekanan keuangan. Paling terendah, satu pencegat Iron Dome berharga sekitar USD50.000 (Rp812 juta). Bahkan sebuah rudal yang diluncurkan dari sistem Arrow-3, yang dapat mencegat target di angkasa, menelan biaya beberapa juta dolar.
Para pejabat AS mengklaim pasukan Amerika di wilayah itu telah membantu menembak jatuh rudal Iran yang ditujukan ke Israel, akan tetapi mereka mengatakan Washington tidak terlibat dalam operasi ofensif.
Sementara itu Iran tanpa angkatan udara yang kuat, telah membalas Israel dengan menembakkan lebih dari 370 misil balistik dalam beberapa gelombang sejak hari Jumat, kemarin. Hingga saat ini setidaknya terdapat 30 lokasi yang terdampak serengan, hingga mengakibatkan puluhan korban jiwa dan melukai lebih dari 590 orang lainnya, menurut statistik pemerintah Israel.
Serangan misil balistik yang bisa menelan biaya jutaan dolar untuk setiap rudalnya, diklaim jauh lebih mahal dibandingkan dengan JDAM dan SPICE bombs yang digunakan Israel untuk menyerang Iran. Sebuah JDAM misalnya, disebut mungkin hanya memakan biaya puluhan ribu dolar.
Dengan meluncurkan salvo rudal, Iran diperkirakan memiliki ratusan hingga ribuan rudal yang belum ditembakkan. Sementara itu Israel mengklaim telah menghancurkan sepertiga dari peluncur Teheran selama perang, untuk membatasi kemampuannya dalam meluncurkan rudal.
Iran juga telah meluncurkan ratusan drone ke Israel. Meskipun ini jauh lebih murah daripada rudal - drone terkenal Tehran, Shahed-136 diperkirakan memiliki biaya paling rendah USD20.000 atau setara Rp324,8 juta (dengan kurs Rp16.240 per USD) - senjata-senjata ini juga bergerak jauh lebih lambat dan jauh lebih mudah untuk dicegat.
Tetapi tembakan rudal dan drone Iran memaksa Israel memakai pertahanan udara mereka yang paling mahal, hingga berpotensi menambahkan tekanan keuangan. Paling terendah, satu pencegat Iron Dome berharga sekitar USD50.000 (Rp812 juta). Bahkan sebuah rudal yang diluncurkan dari sistem Arrow-3, yang dapat mencegat target di angkasa, menelan biaya beberapa juta dolar.
Para pejabat AS mengklaim pasukan Amerika di wilayah itu telah membantu menembak jatuh rudal Iran yang ditujukan ke Israel, akan tetapi mereka mengatakan Washington tidak terlibat dalam operasi ofensif.
Lihat Juga :