Krisis Energi Global, Moody's Prediksi Harga Minyak Bertahan di Kisaran USD100 per Barel

Senin, 18 Mei 2026 - 09:26 WIB
loading...
Krisis Energi Global,...
Moodys Ratings memproyeksikan harga minyak mentah jenis Brent bertahan di kisaran USD100 per barell. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Lembaga pemeringkat internasional Moody's Ratings memproyeksikan harga minyak mentah jenis Brent bertahan di kisaran USD100 per barel sepanjang tahun ini akibat krisis di Selat Hormuz yang terus berlarut. Jalur perdagangan minyak paling krusial di dunia tersebut masih lumpuh selama hampir dua belas minggu setelah Iran membatasi perlintasan kapal sebagai aksi balasan atas operasi udara Amerika Serikat-Israel yang meletus sejak 28 Februari lalu.

"Sangat kecil prospek penyelesaian yang cepat dan bertahan lama antara AS dan Iran, yang berarti pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh masih sulit terjadi," tulis Moody's Ratings dalam laporan analisis terbaru, dikutip dari New Kerala, Senin (18/5).

Baca Juga: Lolos dari Blokade AS, Tanker Raksasa Pengangkut 2 Juta Barel Minyak Lanjut Berlayar ke Vietnam

Moody's menilai gangguan ini telah bergeser menjadi kendala pasokan arus energi global. Meskipun aktivitas pelayaran komersial dapat pulih sebagian dalam kurun waktu enam bulan ke depan, pasar minyak global diperkirakan akan tetap mengalami keterbatasan pasokan hingga memasuki musim gugur.

Badan Energi Internasional (IEA) turut memperkuat prospek suram tersebut melalui laporan bulanan yang merilis estimasi kehilangan pasokan kumulatif melebihi satu miliar barel sejak perang bermula, dengan penurunan produksi global mencapai 3,9 juta barel per hari sepanjang 2026. Akibatnya, kontrak berjangka minyak Brent ditutup melonjak di level USD109,26 per barel pada perdagangan Jumat (15/5), dan para analis memperingatkan harga dapat menembus USD130 hingga USD140 per barel bulan depan jika penutupan jalur laut terus berlanjut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Iran Tembakkan Rentetan...
Iran Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel, Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
Rekomendasi
Harley-Davidson Berusia...
Harley-Davidson Berusia Hampir 100 Tahun Dimodifikasi Jadi Motor Hybrid
Iran Tembakkan Rentetan...
Iran Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel, Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Infografis
Harga Cabai Rawit Merah...
Harga Cabai Rawit Merah Rp100.000 per Kg, Wamendag Salahkan Cuaca
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved