AS Desak China Bujuk Iran Tak Menutup Selat Hormuz

Senin, 23 Juni 2025 - 07:42 WIB
loading...
AS Desak China Bujuk...
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio menyerukan China untuk membujuk Iran agar tidak menutup Selat Hormuz setelah Washington melakukan serangan terhadap situs nuklir Iran. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri AS ( Amerika Serikat ), Marco Rubio menyerukan China untuk membujukIran agar tidak menutup Selat Hormuz setelah Washington melakukan serangan terhadap situs nuklir Iran. Sebelumnya Press TV Iran melaporkan bahwa parlemen Iran menyetujui langkah untuk menutup Selat Hormuz, yang menjadi jalur sekitar 20% aliran minyak dan gas global.

"Saya mendorong pemerintahan Tiongkok di Beijing untuk menghubungi mereka (Iran) tentang hal itu, karena mereka sangat bergantung pada Selat Hormuz untuk minyak mereka," kata Rubio, yang juga menjabat sebagai penasihat keamanan nasional.

"Jika mereka melakukan itu, maka akan menjadi kesalahan besar lainnya. Ini adalah bunuh diri ekonomi bagi mereka jika mereka melakukannya. Dan kami memiliki opsi untuk menangani hal itu, tetapi negara lain juga harus memikirkannya. Ini akan sangat merugikan ekonomi negara lain jauh lebih parah daripada ekonomi kita," paparnya.

Baca Juga: Siaga Tinggi, CEO Shell Wanti-wanti Dampak Pemblokiran Selat Hormuz

Rubio juga mengatakan bahwa langkah untuk menutup Selat Hormuz, hanya akan memicu respons yang lebih besar dari AS dalam perang Iran vs Israel . Kedutaan China di Washington tidak segera memberikan komentar seperti dilansir Reuters.

Sebagai informasi pejabat AS mengatakan, telah "menghancurkan" situs nuklir utama Iran menggunakan 14 bom perusak bunker, lebih dari dua lusin misil Tomahawk, dan lebih dari 125 pesawat militer. Serangan ini menandakan eskalasi dalam konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Teheran menegaskan bahwa mereka bersumpah untuk membela diri. Rubio pada akhir pekan kemarin memperingatkan, soal aksi balasan dengan mengatakan bahwa tindakan semacam itu akan menjadi "kesalahan terburuk yang pernah mereka buat." Dia juga menambahkan, bahwa AS siap untuk berbicara dengan Iran.

Dampak Pemblokiran Selat Hormuz

Sebelumnya ancaman pemblokiran Selat Hormuz menjadi perhatian CEO Shell. Salah satu perusahaan minyak dan gas alam terbesar itu, memiliki rencana kontinjensi jika konflik antara Israel dan Iran mengganggu aliran migas dari wilayah tersebut. Shell juga memperingatkan, bahwa potensi pemblokiran Selat Hormuz dapat memberikan guncangan yang substansial.

Pasar energi global telah terpaku pada konflik antara Israel dan Iran, termasuk sejauh mana AS (Amerika Serikat) dapat terlibat dalam perang tersebut. Sejauh ini, meskipun harga minyak mentah melonjak akibat perang Iran-Israel, namun belum ada gangguan besar yang terjadi pada aliran energi, meskipun para pedagang dalam keadaan siaga tinggi.

Baca Juga: Balas Serangan AS, Parlemen Iran Dilaporkan Setuju Tutup Selat Hormuz

Jika arteri (jalur penting perdagangan minyak) itu terblokir, apa pun alasannya. Hal itu memiliki dampak besar pada perdagangan global,” kata Chief Executive Officer Shell, Wael Sawan di Japan Energy Summit & Exhibition di Tokyo.

Untuk diketahui sekitar seperempat perdagangan minyak dunia melewati Selat Hormuz, yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia. Di masa lalu, Iran telah menargetkan kapal-kapal yang melintasi titik penyempitan ini, dan mengancam bakal memblokir jalur perairan.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Rekomendasi
Prancis Favorit, Mbappe...
Prancis Favorit, Mbappe Bidik Rekor Baru saat Hadapi Irak
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved