Harga Minyak Mendidih Imbas Perang Iran-Israel, Eropa Batalkan Sanksi Baru ke Rusia
Senin, 23 Juni 2025 - 20:35 WIB
loading...
A
A
A
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dalam KTT G7 di Kanada juga mengakui bahwa meski batas harga saat ini tidak berdampak besar, namun tetap berfungsi dalam menjaga stabilitas pasar. "Dalam beberapa hari terakhir, kita melihat harga minyak meningkat, dan pembatasan yang ada menunjukkan fungsinya," kata Ursula.
Penurunan batas harga menjadi USD45 per barel diprediksi akan mengurangi miliaran dolar dari pendapatan ekspor minyak Rusia, yang tengah berupaya mempertahankan pengeluaran militer tinggi dan menutup defisit anggaran.
Usulan ini awalnya datang dari Ukraina dan sempat dimasukkan dalam draf paket sanksi ke-18 Uni Eropa yang diumumkan awal bulan ini. Namun, para ahli menilai tanpa dukungan Amerika Serikat, penerapan batas harga baru tidak akan efektif.
"Batas harga dirancang sebagai kartel pembeli. Tanpa AS sebagai pemain utama, ide ini akan sulit diimplementasikan," ujar Maria Shagina, peneliti di International Institute for Strategic Studies.
Baca Juga: Seberapa Penting Selat Hormuz Bagi Stabilitas Ekonomi Global? Ini Analisisnya
Penurunan batas harga menjadi USD45 per barel diprediksi akan mengurangi miliaran dolar dari pendapatan ekspor minyak Rusia, yang tengah berupaya mempertahankan pengeluaran militer tinggi dan menutup defisit anggaran.
Usulan ini awalnya datang dari Ukraina dan sempat dimasukkan dalam draf paket sanksi ke-18 Uni Eropa yang diumumkan awal bulan ini. Namun, para ahli menilai tanpa dukungan Amerika Serikat, penerapan batas harga baru tidak akan efektif.
"Batas harga dirancang sebagai kartel pembeli. Tanpa AS sebagai pemain utama, ide ini akan sulit diimplementasikan," ujar Maria Shagina, peneliti di International Institute for Strategic Studies.
Baca Juga: Seberapa Penting Selat Hormuz Bagi Stabilitas Ekonomi Global? Ini Analisisnya
Lihat Juga :