Trump Dibuat Was-was Soal Selat Hormuz: Ancam Produsen Jaga Harga Minyak Tetap Rendah
Selasa, 24 Juni 2025 - 03:52 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: AS Desak China Bujuk Iran Tak Menutup Selat Hormuz
Para analis memperingatkan bahwa gangguan apapun terhadap lalu lintas yang melalui Selat Hormuz atau ekspor minyak Iran dapat mendorong harga lebih tinggi dan membebani pertumbuhan ekonomi global. "Risiko ekonomi utama adalah kenaikan harga energi," tulis kepala ekonom Goldman Sachs Jan, Hatzius dalam sebuah catatan.
Hatzius memperkirakan bahwa penutupan berkepanjangan dapat mengurangi PDB global lebih dari 0,3 poin secara persentase dan mendorong inflasi lebih tinggi. S&P Global juga memperingatkan bahwa aliran gas alam bisa "terpengaruh secara serius."
Per hari Senin, minyak mentah Brent diperdagangkan sekitar USD72 per barel. Selanjutnya patokan AS WTI sempat melonjak 4,6% menjadi USD78 sebelum turun kembali di kisaran USD70/barel. Analis mengatakan Brent bisa melonjak mencapai setinggi USD110 per barel jika Selat Hormuz terblokir.
Para analis memperingatkan bahwa gangguan apapun terhadap lalu lintas yang melalui Selat Hormuz atau ekspor minyak Iran dapat mendorong harga lebih tinggi dan membebani pertumbuhan ekonomi global. "Risiko ekonomi utama adalah kenaikan harga energi," tulis kepala ekonom Goldman Sachs Jan, Hatzius dalam sebuah catatan.
Hatzius memperkirakan bahwa penutupan berkepanjangan dapat mengurangi PDB global lebih dari 0,3 poin secara persentase dan mendorong inflasi lebih tinggi. S&P Global juga memperingatkan bahwa aliran gas alam bisa "terpengaruh secara serius."
Per hari Senin, minyak mentah Brent diperdagangkan sekitar USD72 per barel. Selanjutnya patokan AS WTI sempat melonjak 4,6% menjadi USD78 sebelum turun kembali di kisaran USD70/barel. Analis mengatakan Brent bisa melonjak mencapai setinggi USD110 per barel jika Selat Hormuz terblokir.
(akr)
Lihat Juga :