Peran Aktif Ajinomoto untuk Udara Indonesia Lebih Bersih
Selasa, 24 Juni 2025 - 18:26 WIB
loading...
A
A
A
Ada juga penggunaan listrik bersertifikat (Renewable Energy Certificate-REC) yang lebih ramah lingkungan, hasil kolaborasi dengan PT PLN (Persero), di mana penggunaan listrik ramah lingkungan ini dilakukan di dua pabrik Ajinomoto. Sehingga dari EBT yang bersumber dari listrik ramah lingkungan (REC) maupun panel surya jika dikonversikan, Ajinomoto telah berhasil mengurangi jumlah emisi karbon sebesar 90 k.ton, hingga fiscal year 2024.
"Sebagai bentuk kontribusi dalam menjaga kelestarian dan kesehatan bumi (lingkungan), serta mengatasi permasalahan gizi dan kesehatan manusia, Grup Ajinomoto Indonesia telah merumuskan filosofi baru dengan memposisikan diri sebagai perusahaan yang memiliki tujuan: “Memperkuat kesejahteraan yang berkelanjutan bagi manusia, masyarakat, dan bumi melalui AminoScience”," terangnya.
"Tujuan ini ditetapkan sebagai bukti komitmen Grup Ajinomoto Indonesia dalam memperkuat kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia, dan juga berkontribusi dalam memperkuat kelestarian lingkungan, melalui AminoScience secara terus menerus,” lanjutnya.
Direktur PT Ajinomoto Indonesia sekaligus Kepala Pabrik Karawang, Jasman Silalahi menyampaikan, bahwa selain berkomitmen pada aktivitas Net Zero Emission (NZE) untuk menekan emisi karbon, Grup Ajinomoto Indonesia juga terus mendorong terciptanya bisnis yang lebih ramah lingkungan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pengurangan penggunaan plastik pada sejumlah lini produk, penguatan pengelolaan dan daur ulang sampah plastik melalui kolaborasi dengan perusahaan rintisan dan organisasi masyarakat di sekitar area operasional, serta penerapan praktik ekonomi sirkular sebagai bagian dari strategi keberlanjutan.
Untuk menciptakan bisnis yang lebih ramah lingkungan, selain pengurangan emisi karbon, Ajinomoto Indonesia juga melakukan beberapa upaya untuk mengurangi penggunaan plastik, di antaranya ada inovasi MSG AJI-NO-MOTO® dengan meluncurkan produk kemasan kertas yang dapat membantu pengurangan material plastik hingga 30%. Kemudian melalui brand Masako®, Ajinomoto mengurangi penggunaan plastik pada bagian header part serta menghilangkan plastik inner part, dan penggunaan kemasan mono-material yang hanya menggunakan 1 jenis bahan, sehingga lebih mudah untuk didaur ulang.
"Kemudian kami juga bekerjasama dengan perusahaan penyedia jasa pengumpulan dan pengelolaan sampah plastik (Rekosistem), UMKM penyedia fasilitas pengelolaan sampah (TPS3R), serta fasilitas bank sampah (waste bank) yang berada di sekitar lingkungan perusahaan. Bahkan sebagai wujud “Agent Health Provider” kami mengajak karyawan untuk mengumpulkan sampah kemasan produk-produk Ajinomoto, guna mendorong pengumpulan, pengelolaan, dan daur ulang sampah plastik di Indonesia,” ujar Direktur PT Ajinomoto Indonesia, Jasman Silalahi.
Di pabrik Ajinomoto, dijalankan juga praktik ekonomi sirkular dengan mengolah hasil samping (by-product) dari proses pembuatan MSG menjadi produk samping (co-product) yang memiliki nilai ekonomi lebih di masyarakat, contohnya adalah produk AJIFOL yang kandungannya bermanfaat untuk menyuburkan tanaman, dan produk FML sebagai tambahan nutrisi bagi hewan ternak.
"Sebagai bentuk kontribusi dalam menjaga kelestarian dan kesehatan bumi (lingkungan), serta mengatasi permasalahan gizi dan kesehatan manusia, Grup Ajinomoto Indonesia telah merumuskan filosofi baru dengan memposisikan diri sebagai perusahaan yang memiliki tujuan: “Memperkuat kesejahteraan yang berkelanjutan bagi manusia, masyarakat, dan bumi melalui AminoScience”," terangnya.
"Tujuan ini ditetapkan sebagai bukti komitmen Grup Ajinomoto Indonesia dalam memperkuat kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia, dan juga berkontribusi dalam memperkuat kelestarian lingkungan, melalui AminoScience secara terus menerus,” lanjutnya.
Direktur PT Ajinomoto Indonesia sekaligus Kepala Pabrik Karawang, Jasman Silalahi menyampaikan, bahwa selain berkomitmen pada aktivitas Net Zero Emission (NZE) untuk menekan emisi karbon, Grup Ajinomoto Indonesia juga terus mendorong terciptanya bisnis yang lebih ramah lingkungan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pengurangan penggunaan plastik pada sejumlah lini produk, penguatan pengelolaan dan daur ulang sampah plastik melalui kolaborasi dengan perusahaan rintisan dan organisasi masyarakat di sekitar area operasional, serta penerapan praktik ekonomi sirkular sebagai bagian dari strategi keberlanjutan.
Untuk menciptakan bisnis yang lebih ramah lingkungan, selain pengurangan emisi karbon, Ajinomoto Indonesia juga melakukan beberapa upaya untuk mengurangi penggunaan plastik, di antaranya ada inovasi MSG AJI-NO-MOTO® dengan meluncurkan produk kemasan kertas yang dapat membantu pengurangan material plastik hingga 30%. Kemudian melalui brand Masako®, Ajinomoto mengurangi penggunaan plastik pada bagian header part serta menghilangkan plastik inner part, dan penggunaan kemasan mono-material yang hanya menggunakan 1 jenis bahan, sehingga lebih mudah untuk didaur ulang.
"Kemudian kami juga bekerjasama dengan perusahaan penyedia jasa pengumpulan dan pengelolaan sampah plastik (Rekosistem), UMKM penyedia fasilitas pengelolaan sampah (TPS3R), serta fasilitas bank sampah (waste bank) yang berada di sekitar lingkungan perusahaan. Bahkan sebagai wujud “Agent Health Provider” kami mengajak karyawan untuk mengumpulkan sampah kemasan produk-produk Ajinomoto, guna mendorong pengumpulan, pengelolaan, dan daur ulang sampah plastik di Indonesia,” ujar Direktur PT Ajinomoto Indonesia, Jasman Silalahi.
Di pabrik Ajinomoto, dijalankan juga praktik ekonomi sirkular dengan mengolah hasil samping (by-product) dari proses pembuatan MSG menjadi produk samping (co-product) yang memiliki nilai ekonomi lebih di masyarakat, contohnya adalah produk AJIFOL yang kandungannya bermanfaat untuk menyuburkan tanaman, dan produk FML sebagai tambahan nutrisi bagi hewan ternak.
Lihat Juga :