Kembalikan Kejayaan Era Penjajahan Belanda, Produksi Gula Ditarget Naik 10 Ton per Hektare
Rabu, 25 Juni 2025 - 22:37 WIB
loading...
Mentan Andi Amran Sulaiman menargetkan produksi gula bisa naik hingga 10 ton per hektare, setara dengan masa kejayaan gula nasional di era penjajahan Belanda. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertanian ( Mentan ) Andi Amran Sulaiman menargetkan, produksi gula bisa naik hingga 10 ton per hektare. Menurutnya, target tersebut setara dengan masa kejayaan gula nasional di era penjajahan Belanda.
Mentan Amran mengungkap, saat ini produktivitas gula nasional hanya berada di angka 4 ton per hektare. Ia yakin dengan kedisiplinan dan manajemen ketat, target peningkatan produktivitas gula nasional dapat terwujud.
"Tahu nggak waktu Belanda menjajah? Produksinya itu 10 ton gula, Kenapa? Disana ada tekanan, ada disiplin, ada ketegasan sehingga produksi 10 ton per hektare," kata Mentan Amran dalam pernyataan resminya pada Rabu (25/6/2025).
Baca Juga: Wapres Gibran Tinjau Panen Raya Tebu dan Program Swasembada Gula di Banyuwangi
Mentan menekankan bahwa Indonesia pernah menduduki posisi sebagai produsen gula terbesar kedua di dunia. Kini, pemerintah menargetkan kebangkitan sektor tersebut dengan strategi jangka menengah, yakni mewujudkan swasembada gula dalam tiga tahun ke depan.
Untuk mencapai target itu, Mentan menyebut pemerintah telah menyiapkan dua strategi utama, yaitu optimalisasi dan ekstensifikasi lahan tebu. Sebanyak 500 ribu hektare lahan eksisting akan dimaksimalkan produktivitasnya, sementara 200 hingga 500 ribu hektare lahan baru akan dibuka di wilayah-wilayah yang memiliki potensi tinggi untuk budidaya tebu.
Baca Juga: Pabrik Gula Djatiroto Bakal Beroperasi sesuai Rencana
"Ini harus dilakukan secara konsisten tiap tahun. Dalam tiga tahun Indonesia bisa swasembada gula, kami sangat yakin," tegas Mentan Amran.
Mentan Amran mengungkap, saat ini produktivitas gula nasional hanya berada di angka 4 ton per hektare. Ia yakin dengan kedisiplinan dan manajemen ketat, target peningkatan produktivitas gula nasional dapat terwujud.
"Tahu nggak waktu Belanda menjajah? Produksinya itu 10 ton gula, Kenapa? Disana ada tekanan, ada disiplin, ada ketegasan sehingga produksi 10 ton per hektare," kata Mentan Amran dalam pernyataan resminya pada Rabu (25/6/2025).
Baca Juga: Wapres Gibran Tinjau Panen Raya Tebu dan Program Swasembada Gula di Banyuwangi
Mentan menekankan bahwa Indonesia pernah menduduki posisi sebagai produsen gula terbesar kedua di dunia. Kini, pemerintah menargetkan kebangkitan sektor tersebut dengan strategi jangka menengah, yakni mewujudkan swasembada gula dalam tiga tahun ke depan.
Untuk mencapai target itu, Mentan menyebut pemerintah telah menyiapkan dua strategi utama, yaitu optimalisasi dan ekstensifikasi lahan tebu. Sebanyak 500 ribu hektare lahan eksisting akan dimaksimalkan produktivitasnya, sementara 200 hingga 500 ribu hektare lahan baru akan dibuka di wilayah-wilayah yang memiliki potensi tinggi untuk budidaya tebu.
Baca Juga: Pabrik Gula Djatiroto Bakal Beroperasi sesuai Rencana
"Ini harus dilakukan secara konsisten tiap tahun. Dalam tiga tahun Indonesia bisa swasembada gula, kami sangat yakin," tegas Mentan Amran.
(akr)
Lihat Juga :