Mata Uang Garuda Masih Tertekan Perseteruan Dua Bebuyutan

loading...
Mata Uang Garuda Masih Tertekan Perseteruan Dua Bebuyutan
Mata Uang Garuda Masih Tertekan Perseteruan Dua Bebuyutan
A+ A-
JAKARTA - Hari ini nilai tukar rupiahterhadap dolar masih berpotensi mendapatkan tekanan, lagi-lagi, dari perseturuan dua bebuyutan, Amerika Serikat dan Tiongkok. Mulai dari perkara perang dagang yang tak kunjung usai, ditambah masalah Tiktok, dan juga perusahaan semi konduktor, menjadi pembandul kurs rupiah. (Baca juga:Staf Ahli Direksi BUMN: Dilarang di Era Dahlan dan Rini, Lancar di Tangan Erick)

Selain itu, menurut Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, sell off di bursa sahamAS semalam, terutama di Nasdaq, menjadi angin panas terhadap rupiah hari ini.

"Memanasnya konflik AS dan Tiongkok berpotensi menjadi sentimen negatif untuk risk asset termasuk rupiah hari ini," kata Ariston di Jakarta, Rabu (9/9/2020) (Baca juga:Awas, Suap Menyuap Mengintai Penyelenggara Negara, PNS dan Peserta Pilkada 2020)

Kata dia, pelaku pasar mungkin mengikuti arus pagi ini dengan keluar dari aset berisiko setelah penurunan dalam Nasdaq semalam. Sementara kekhawatiran pasar meninggi dengan Tiongkok mulai mengcounter tuduhan AS dan menyebabkan konflik makin memanas.



"Potensi pelemahan rupiah hari ini dengan potensi kisaran 14.650-14.850," jelasnya.
(uka)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top