12.000 Perusahaan Jerman Bangkrut dalam Enam Bulan, Terparah Satu Dekade

Minggu, 29 Juni 2025 - 09:49 WIB
loading...
A A A
Situasi ke depan diprediksi tetap sulit karena Jerman terus berjuang dengan resesi yang berlangsung selama dua tahun terakhir. Gelombang kebangkrutan mungkinakan meningkat dalam enam bulan ke depan, mengingat “tingkat kebangkrutan yang tetap tinggi semakin memicu reaksi berantai,” ungkap Hantzsch memperingatkan.

Sementara itu PDB Jerman tumbuh sebesar 0,2% pada kuartal pertama 2025, di tengah lesunya permintaan global dan ketidakpastian dalam kebijakan perdagangan terus berdampak negatif pada ekonominya.

Menurut survei terbaru yang dilakukan oleh institut ekonomi Ifo yang dirilis pekan ini, ekspektasi di antara eksportir Jerman memburuk bulan ini dihantui ketidakpastian mengenai potensi perang dagang dengan Washington. AS (Amerika Serikat) merupakan mitra dagang utama Jerman pada tahun 2024, dengan total perdagangan barang bilateral mencapai 253 miliar euro (atau sekitar USD280 miliar), menurut data resmi.

Awal tahun ini, Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif 20% pada semua barang yang berasal dari UE (Uni Eropa), ditambah dengan tarif 25% pada produk baja, aluminium, hingga mobil. Ketika Brussel menunjukkan kesiapannya untuk membalas, sebagian besar tarif ditangguhkan selama 90 hari untuk memungkinkan negosiasi. Namun tarif dasar 10% dan bea target 25% tetap tidak berubah.

"Ancaman tarif dari AS masih ada di meja perundingan. Kesepakatan antara UE dan AS belum tercapai," kata Klaus Wohlrabe, kepala survei Ifo.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
8 Bank Bangkrut Sepanjang...
8 Bank Bangkrut Sepanjang Januari-Juni 2026, Ini Daftarnya
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Joy Air Bangkrut, Ribuan...
Joy Air Bangkrut, Ribuan Penumpang di China Telantar
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Imbas Perang AS-Israel...
Imbas Perang AS-Israel Vs Iran, Perusahaan Tekstil dan Garmen Terancam Tutup
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Rekomendasi
Polygon Beri Beasiswa...
Polygon Beri Beasiswa Juara BMX Usia Dini
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Infografis
Jika Berperang, Angkatan...
Jika Berperang, Angkatan Darat Inggris Bisa Musnah dalam 6 Bulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved