BRICS Bertekad Gulingkan Dolar AS dengan Mata Uang Baru, Nyata atau Sekadar Ilusi?

Senin, 30 Juni 2025 - 07:30 WIB
loading...
BRICS Bertekad Gulingkan...
Presiden Rusia Vladimir Putin memegang uang kertas BRICS tiruan saat KTT di Kazan. FOTO/BRICS Info
A A A
JAKARTA - Uang kertas baru ingin menantang dolar AS dengan membuat negara-negara berkembang lainnya mulai berdagang dengan uang kertas tersebut. Setiap negara berkembang membuang dolar AS dan melakukan perdagangan dengan uang kertas baru untuk transaksi lintas batas.

Baca Juga: KTT BRICS 2025 Siap Ubah Peta Ekonomi Global, Dolar AS Makin Terancam

Kedengarannya mewah, namun pada kenyataannya, uang kertas itu hanyalah mitos, dan hanya isapan jempol belaka. Ya, itulah mata uang BRICS, yang hanya beredar di dunia keuangan namun sebenarnya tidak ada.

Selama KTT BRICS ke-16 di Kazan, Rusia, Presiden Rusia Vladimir Putin memegang uang kertas tiruan yang menunjukkan bahwa pembentukan uang kertas baru sedang dalam proses. Setelah ditanyai tentang aksi tersebut oleh para wartawan, terungkap bahwa uang kertas tiruan itu hanya untuk menarik perhatian.

Aksi seperti ini merupakan hal yang biasa dilakukan oleh para pemimpin di negara-negara berkembang yang menikmati politik tabir untuk mengalihkan perhatian dari masalah dan ketidakmampuan mereka.

Dilansir dari Watcher Guru, BRICS Sherpa dari India baru-baru ini mengkonfirmasi bahwa pembicaraan mengenai pembentukan mata uang masih dalam tahap awal. Bahkan rancangan tersebut belum melihat titik terang, karena belum ada kemajuan dalam pengembangannya.

Selain itu, India sebelumnya menyatakan bahwa mereka tidak dapat menggunakan mata uang bersama yang akan digunakan bersama dengan China. Ini adalah antitesis dari apa yang mereka yakini dan akan membuat uang kertas baru jika dirilis tetap berada di luar India.

Baca Juga: Perang dengan Iran Mereda, Israel Gantian Diserang Rudal Houthi

Meskipun BRICS menginginkan mata uang baru untuk mendominasi dunia, mereka tidak bisa melakukannya karena mata uang tersebut tidak ada. Bahkan jika mata uang ini ada di masa depan, keretakan di antara aliansi ini akan membuat uang kertas tersebut gagal di pasar.

India tidak menginginkan uang kertas yang menguntungkan China dan mencabut supremasi global dolar AS. Beberapa bisnis dan sektor TI di India akan terdampak karena sangat terkait dengan pembayaran dalam dolar AS.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
Mahasiswa UNS Diajak...
Mahasiswa UNS Diajak Pahami Penyebab Rupiah Melemah dan Dolar Naik di ICC 2026
Rekomendasi
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
Berita Terkini
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
TikTok Dorong Pertumbuhan...
TikTok Dorong Pertumbuhan Industri Kecantikan Malalui ForYouBeauty 2026
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved