KTT BRICS 2025 Siap Ubah Peta Ekonomi Global, Dolar AS Makin Terancam

Sabtu, 28 Juni 2025 - 21:00 WIB
loading...
KTT BRICS 2025 Siap...
KTT BRICS 2025 di Brasil menjadi momentum penting mengubah arah tata kelola perdagangan dan keuangan global. FOTO/iStock
A A A
JAKARTA - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 yang diselenggarakan di Brasil menjadi momentum penting yang berpotensi mengubah arah tata kelola perdagangan dan keuangan global. Sejumlah topik strategis, mulai dari standarisasi perdagangan hingga pengurangan dominasi dolar AS, menjadi sorotan utama dalam forum yang melibatkan lima negara anggota: Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan.

KTT BRICS tahun ini mengusung tema besar "Transformasi Global Melalui Kemitraan Selatan", yang membahas isu-isu lintas sektor seperti tata kelola kecerdasan buatan (AI), kerja sama Global South, perubahan iklim, dan diversifikasi sistem pembayaran internasional.

Baca Juga: Serbia Umumkan Sikap Tegas Gabung BRICS, Tunggu Keputusan di KTT Brasil

Presiden Asosiasi Standar Teknis Brasil, Mario Esper, menekankan pentingnya penyelarasan standar teknis di antara negara anggota BRICS. Menurutnya, standarisasi berperan strategis dalam mendorong integrasi perdagangan dan inovasi sambil melindungi konsumen, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB.

"Jika kita tidak menyamakan standar, produk kita tidak akan masuk ke pasar negara-negara anggota BRICS. Kita saling membutuhkan satu sama lain untuk mencapai potensi pembangunan bersama," ujar Mario, seperti dikutip Watcher Guru, Sabtu (28/6).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Iran Desak BRICS Hancurkan...
Iran Desak BRICS Hancurkan Kekebalan AS, Sinyal Pergeseran Blok Ekonomi ke Aliansi Militer?
Tendang Dolar AS, Indonesia...
Tendang Dolar AS, Indonesia Bakal Terbitkan Panda Bond di China
Indonesia dan China...
Indonesia dan China Lanjutkan Dedolarisasi, QRIS Kedua Negara Sudah Saling Terhubung
Viral, Menlu Rusia Marahi...
Viral, Menlu Rusia Marahi Jurnalis Berisik: 'Serahkan Ponsel Anda atau Petugas Keluarkan Senjata!'
Menlu Sugiono: BRICS...
Menlu Sugiono: BRICS Harus Berperan Aktif Menjaga Perdamaian dan Stabilitas Global
Utut Adianto Sebut Diplomasi...
Utut Adianto Sebut Diplomasi Prabowo Cerminkan Strategi Mendayung di Antara Dua Karang
Rekomendasi
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Sumber Daya Mineral, Pemerintah Didorong Segera Buka Lelang WIUP Muratara
DPD KAI Jawa Barat Torehkan...
DPD KAI Jawa Barat Torehkan Prestasi Nasional di Rakernas KAI 2026
Toyota Kenalkan Transmisi...
Toyota Kenalkan Transmisi Manual Canggih Mobil Listrik
Berita Terkini
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Jakpro Gandeng Feel...
Jakpro Gandeng Feel Good Network Garap Naming Rights JIS
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
Infografis
Kelas Menengah Terancam...
Kelas Menengah Terancam Jatuh Miskin, Beban Ekonomi Makin Berat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved