UMKM Home Decor Asal Bantul Sukses Tembus Pasar AS dan Eropa

Senin, 30 Juni 2025 - 10:30 WIB
loading...
A A A
“Aplikasi diPanen.id, semua data terpusat di situ. Dari data pergerakan cabai harian itu, kita bisa membuat pemetaan harga, dalam arti, bulan apa harga bagus, bulan apa harga rendah, jadi bisa kasih ke petani supaya di bulan yang harga bagus, petani bisa produksi lebih,” kata Nanang selaku Ketua PPHPM.

Proses lelang di PPHPM dirancang sangat sederhana. Petani cukup mengumpulkan hasil panen mereka di salah satu dari 14 titik kumpul atau langsung ke pusat PPHPM. Lelang dibuka dari pukul 16.00 hingga 20.00 WIB. Pada pukul 20.00 WIB, harga dan pemenang lelang akan diumumkan. Setelah penetapan harga, cabai akan dikirim secara berkala. Distribusi tidak terbatas pada wilayah Yogyakarta saja, melainkan juga menjangkau pasar nasional.

“Untuk kesejahteraan setelah adanya pasar lelang, cukup signifikan. Omzet pasar lelang di PPHPM tidak lepas dari Rp2 miliar untuk satu bulan. Selain itu, pendapatan petani juga jelas, aman, dan transparan,” ujar Ardhi Prasetyo, Sekretaris Koperasi PPHPM.

Ardhi mengatakan, rata-rata hasil panen cabai sedikitnya bisa 1-2 ton per hari, dan puncaknya bisa mencapai 10-15 ton per harinya.

UMKM Home Decor Asal Bantul Sukses Tembus Pasar AS dan Eropa


Aplikasi Dipanen.id. (Foto: iNews Media Group/Anindita)

Kini, PPHPM telah menjadi pilot project yang berhasil, serta menjadi pusat pembelajaran bagi berbagai daerah lain. Dengan sistem yang telah berjalan, para anggota PPHPM mampu memperoleh penghasilan yang setara dengan Upah Minimum Regional (UMR) Jogja.

Hadirnya digitalisasi di tengah PPHPM, Ketua Koperasi PPHPM Aji Waluyo berharap pendampingan Bank Indonesia terus berlanjut, khususnya dari KPw BI DIY. “Bagaimanapun, dari awal sampai sekarang BI adalah aktor utama yang menjadikan kami sampai saat ini.”

Dampingi UMKM Go Export
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
Purbaya Tarik Dana SAL,...
Purbaya Tarik Dana SAL, BTN Siap Kembalikan Rp38 Triliun
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
BI Blak-blakan soal...
BI Blak-blakan soal Kombinasi Pemicu Kejatuhan Rupiah yang Sempat Rp18 Ribu per Dolar AS
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
Perkuat Digitalisasi...
Perkuat Digitalisasi Pariwisata dan Kuliner Jakarta, BI-Pemprov DKI Kolaborasi Ceremony QRIS
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
UMKM Nasional Miliki...
UMKM Nasional Miliki Ketangguhan Hadapi Serbuan Produk China
Rekomendasi
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
Maudy Ayunda Gandeng...
Maudy Ayunda Gandeng ITB, Kembangkan Skincare Berbasis Riset Indonesia
Ruben Onsu Tunda Cicilan...
Ruben Onsu Tunda Cicilan Rumah Rp379 Juta dan Nafkah Anak Jelang Sidang, Ini Alasannya!
Berita Terkini
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved