UMKM Home Decor Asal Bantul Sukses Tembus Pasar AS dan Eropa
Senin, 30 Juni 2025 - 10:30 WIB
loading...
Windu Sinaga dan Riris Simanjuntak selaku pemilik Indo Risakti, UMKM binaan Bank Indonesia Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta . (Foto: iNews Media Group/Anindita)
A
A
A
YOGYAKARTA - Pemberdayaan UMKM melalui transformasi UMKM Go Digital dan Go Export menjadi langkah konkret Bank Indonesia dalam berkontribusi aktif mendorong pertumbuhan ekonomi.
Pengembangan UMKM ini salah satunya dilakukan oleh Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DIY Sri Darmadi Sudibyo mengatakan, perkembangan UMKM di DIY pada 2024 menunjukkan tren positif, bahkan tercatat mencapai 327.774 unit UMKM.
Dukungan pemberdayaan UMKM yang diberikan KPw BI DIY dalam memberikan berbagai fasilitas ini mengacu pada tiga pilar, yakni korporatisasi atau kelembagaan, peningkatan kapasitas, dan akses pembiayaan. Pendampingan UMKM ini guna mendorong UMKM yang berdaya saing untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Langkah Konkret Bank Indonesia
![UMKM Home Decor Asal Bantul Sukses Tembus Pasar AS dan Eropa]()
Pengurus PPHPM Kabupaten Sleman. (Foto: iNews Media Group/Anindita)
Salah satu UMKM yang merasakan program dari Bank Indonesia adalah Perkumpulan Petani Hortikultura Puncak Merapi Kabupaten Sleman (PPHPM) yang merupakan pasar lelang untuk cabai sebagai solusi permasalahan pascapanen. Melalui sistem lelang ini hasil panen dapat terjual dengan harga layak.
Pada 2017, petani PPHPM mulai membentuk sistem pasar lelang secara manual. Melihat adanya potensi kuat dari pasar lelang, pada 2020, Bank Indonesia mulai memberi pendampingan strategis. Dukungan awal BI berfokus pada pembentukan badan hukum bagi PPHPM. Lembaga berbadan hukum ini akhirnya menjadi wadah bagi para petani yang memungkinkan mereka untuk meningkatkan produktivitas budidaya cabai dari hulu hingga hilir, serta mengelola hasil panen secara lebih efektif.
Tak berhenti di sana, BI juga mendukung agar UMKM Go Digital, dengan adanya digitalisasi pasar lelang melalui aplikasi diPanen.id yang mulai beroperasi pada 2021. Dengan aplikasi ini petani dan pedagang bisa mengetahui harga secara transparan dan adil.
Pengembangan UMKM ini salah satunya dilakukan oleh Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DIY Sri Darmadi Sudibyo mengatakan, perkembangan UMKM di DIY pada 2024 menunjukkan tren positif, bahkan tercatat mencapai 327.774 unit UMKM.
Dukungan pemberdayaan UMKM yang diberikan KPw BI DIY dalam memberikan berbagai fasilitas ini mengacu pada tiga pilar, yakni korporatisasi atau kelembagaan, peningkatan kapasitas, dan akses pembiayaan. Pendampingan UMKM ini guna mendorong UMKM yang berdaya saing untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Langkah Konkret Bank Indonesia

Pengurus PPHPM Kabupaten Sleman. (Foto: iNews Media Group/Anindita)
Salah satu UMKM yang merasakan program dari Bank Indonesia adalah Perkumpulan Petani Hortikultura Puncak Merapi Kabupaten Sleman (PPHPM) yang merupakan pasar lelang untuk cabai sebagai solusi permasalahan pascapanen. Melalui sistem lelang ini hasil panen dapat terjual dengan harga layak.
Pada 2017, petani PPHPM mulai membentuk sistem pasar lelang secara manual. Melihat adanya potensi kuat dari pasar lelang, pada 2020, Bank Indonesia mulai memberi pendampingan strategis. Dukungan awal BI berfokus pada pembentukan badan hukum bagi PPHPM. Lembaga berbadan hukum ini akhirnya menjadi wadah bagi para petani yang memungkinkan mereka untuk meningkatkan produktivitas budidaya cabai dari hulu hingga hilir, serta mengelola hasil panen secara lebih efektif.
Tak berhenti di sana, BI juga mendukung agar UMKM Go Digital, dengan adanya digitalisasi pasar lelang melalui aplikasi diPanen.id yang mulai beroperasi pada 2021. Dengan aplikasi ini petani dan pedagang bisa mengetahui harga secara transparan dan adil.
Lihat Juga :