Utang China Rp55 Triliun Bisa Menjerat Pakistan Kapan Saja
Senin, 30 Juni 2025 - 16:45 WIB
loading...
China memperpanjang pinjaman sebesar USD3,4 miliar atau setara Rp55 triliun ke Pakistan, kata dua pejabat senior pemerintah. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - China memperpanjang pinjaman sebesar USD3,4 miliar atau setara Rp55 triliun ke Pakistan , kata dua pejabat senior pemerintah Pakistan kepada Reuters. Pelonggaran jerat utang China akan membantu meningkatkan cadangan devisa Islamabad, yang merupakan persyaratan dari Dana Moneter Internasional atau IMF.
Beijing memperpanjang utang USD2,1 miliar yang berada di cadangan bank sentral Pakistan selama tiga tahun terakhir, dan mendanai ulang pinjaman komersial sebesar USD1,3 miliar lainnya, yang telah dibayar kembali oleh Islamabad dua bulan lalu, kata sumber tersebut. Para pejabat ini meminta untuk tidak disebutkan namanya karena mereka tidak diizinkan untuk membahas masalah ini kepada publik sebelum pengumuman resmi.
Baca Juga: 5 Negara Berkembang yang Terlilit Utang Besar ke China, Produksi Minyak Sampai Jadi Jaminan
Selain itu USD1 miliar dari bank-bank komersial Timur Tengah dan 500 juta dolar dari pembiayaan multilateral juga telah diterima oleh Pakistan, kata salah satu pejabat. "Ini membawa cadangan kami sesuai dengan target IMF," katanya.
Pinjaman yang terutama berasal dari China, sangat penting untuk memperkuat cadangan valuta asing Pakistan yang terbilang rendah, yang diperlukan IMF untuk melebihi USD14 miliar pada akhir tahun fiskal saat ini pada 30 Juni. Otoritas Pakistan mengatakan bahwa ekonomi negara ini telah stabil melalui reformasi yang sedang berlangsung di bawah penyelamatan IMF sebesar USD7 miliar.
Utang sebesar USD35 miliar jatuh tempo pada 2025. Apabila menyilangkan data dengan Bank Dunia, negara-negara yang berutang kepada China antara lain Pakistan, Sri Lanka, Angola, Etiopia, Bangladesh, Brasil, Mesir, Belarus, Kamboja, Indonesia, dan Laos.
Menurut laporan Lowy, utang kepada China, khususnya di 54 negara berkembang, jumlahnya melebihi pinjaman dari Klub Paris, yaitu gabungan dari negara-negara Barat yang juga memberi pinjaman modal. Di 75 negara termiskin, apabila mereka membayar utang China pada 2025, bisa mengancam anggaran untuk kesehatan, pendidikan, dan program-program pemerintah karena memakan seperempat dari anggaran mereka.
Baca Juga: Siap-siap! China Bakal Tagih Utang Rp564,1 Triliun ke Negara Berkembang
Laporan ini bahkan menyebutkan, China berubah dari negara penyedia modal menjadi penyedot uang para peminjamnya. Penulis laporan, Riley Duke mengatakan, China mendekati negara-negara tetangga langsung dan negara-negara yang memiliki mineral kritis, terutama yang bisa dipakai menyokong industri baterai.
Beijing memperpanjang utang USD2,1 miliar yang berada di cadangan bank sentral Pakistan selama tiga tahun terakhir, dan mendanai ulang pinjaman komersial sebesar USD1,3 miliar lainnya, yang telah dibayar kembali oleh Islamabad dua bulan lalu, kata sumber tersebut. Para pejabat ini meminta untuk tidak disebutkan namanya karena mereka tidak diizinkan untuk membahas masalah ini kepada publik sebelum pengumuman resmi.
Baca Juga: 5 Negara Berkembang yang Terlilit Utang Besar ke China, Produksi Minyak Sampai Jadi Jaminan
Selain itu USD1 miliar dari bank-bank komersial Timur Tengah dan 500 juta dolar dari pembiayaan multilateral juga telah diterima oleh Pakistan, kata salah satu pejabat. "Ini membawa cadangan kami sesuai dengan target IMF," katanya.
Pinjaman yang terutama berasal dari China, sangat penting untuk memperkuat cadangan valuta asing Pakistan yang terbilang rendah, yang diperlukan IMF untuk melebihi USD14 miliar pada akhir tahun fiskal saat ini pada 30 Juni. Otoritas Pakistan mengatakan bahwa ekonomi negara ini telah stabil melalui reformasi yang sedang berlangsung di bawah penyelamatan IMF sebesar USD7 miliar.
Jerat Utang China
Institut Lowy di Australia mengeluarkan laporan yang menyebutkan, 75 negara termiskin di dunia berutang kepada China dengan nilai total mencapai USD22 miliar. Jumlah ini setara dengan dua pertiga utang negara-negara di dunia kepada China yang mencapai USD35 miliar.Utang sebesar USD35 miliar jatuh tempo pada 2025. Apabila menyilangkan data dengan Bank Dunia, negara-negara yang berutang kepada China antara lain Pakistan, Sri Lanka, Angola, Etiopia, Bangladesh, Brasil, Mesir, Belarus, Kamboja, Indonesia, dan Laos.
Menurut laporan Lowy, utang kepada China, khususnya di 54 negara berkembang, jumlahnya melebihi pinjaman dari Klub Paris, yaitu gabungan dari negara-negara Barat yang juga memberi pinjaman modal. Di 75 negara termiskin, apabila mereka membayar utang China pada 2025, bisa mengancam anggaran untuk kesehatan, pendidikan, dan program-program pemerintah karena memakan seperempat dari anggaran mereka.
Baca Juga: Siap-siap! China Bakal Tagih Utang Rp564,1 Triliun ke Negara Berkembang
Laporan ini bahkan menyebutkan, China berubah dari negara penyedia modal menjadi penyedot uang para peminjamnya. Penulis laporan, Riley Duke mengatakan, China mendekati negara-negara tetangga langsung dan negara-negara yang memiliki mineral kritis, terutama yang bisa dipakai menyokong industri baterai.
(akr)
Lihat Juga :