5 Negara Berkembang yang Terlilit Utang Besar ke China, Produksi Minyak Sampai Jadi Jaminan

Rabu, 11 Juni 2025 - 20:46 WIB
loading...
5 Negara Berkembang...
Seorang pekerja mengoperasikan katup di kilang minyak Rumaila, dekat Basra, Irak. Foto: Nabil Al-Jurani. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Di tengah ketidakpastian ekonomi global, sejumlah negara berkembang menghadapi beban utang yang semakin berat, terutama kepada China. Melalui skema Belt and Road Initiative (BRI), Beijing telah memberikan pinjaman besar untuk proyek infrastruktur di berbagai negara, namun hal ini justru memicu kekhawatiran akan risiko ketergantungan dan ketidakmampuan pembayaran. Beberapa negara, seperti Sri Lanka, bahkan terpaksa menyerahkan aset strategis sebagai kompensasi utang.

Laporan terbaru menunjukkan, utang ke China telah menjadi tantangan serius bagi stabilitas fiskal beberapa negara berkembang. Pinjaman dengan bunga tinggi dan proyek yang kurang produktif membuat mereka terjebak dalam spiral utang. Situasi ini diperparah oleh melemahnya nilai tukar mata uang lokal dan perlambatan pertumbuhan ekonomi pascapandemi.

Baca Juga: 4 Negara Terancam Bangkrut Terjebak Utang China, Terparah Sampai Menyerahkan Pelabuhan

Dikutip dari sejumlah sumber, kasus Sri Lanka yang menyerahkan Pelabuhan Hambantota kepada China selama 99 tahun menjadi peringatan bagi negara lain. Tidak hanya di Asia, negara-negara Afrika seperti Angola dan Ethiopia juga menghadapi tekanan serupa. Utang yang awalnya ditujukan untuk pembangunan justru berubah menjadi beban yang menggerogoti kedaulatan ekonomi. Skema pinjaman China menuai pro dan kontra, di satu sisi mendorong pembangunan, di sisi lain menciptakan ketergantungan yang sulit diurai.

Berikut 5 Negara Berkembang yang Terlilit Utang Besar ke China

1. Pakistan

Pakistan menempati posisi teratas sebagai negara berkembang dengan utang terbesar ke China, mencapai USD22–USD27,4 miliar. Sebagian besar pinjaman digunakan untuk membiayai Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC), proyek infrastruktur senilai USD62 miliar. Namun, proyek ini justru membebani keuangan negara, dengan pembayaran utang yang menyedot 30% pendapatan ekspor Pakistan.

2. Angola

Angola, salah satu produsen minyak terbesar di Afrika, memiliki utang USD17,9–USD22 miliar ke China. Pinjaman ini awalnya digunakan untuk membangun jalan, rel kereta, dan kilang minyak. Namun, jatuhnya harga minyak dunia membuat Angola kesulitan melunasi utang, hingga terpaksa menyerahkan sebagian produksi minyak sebagai pembayaran.

3. Ethiopia

Ethiopia mencatat utang USD7,4–7,9 miliar ke China, terutama untuk pembangunan jalur kereta api Addis Ababa-Djibouti dan sejumlah jalan tol. Namun, proyek-proyek ini belum menghasilkan pendapatan yang memadai, sementara pembayaran utang telah mencapai 20% dari total pendapatan negara.

4. Kenya

Kenya terikat utang USD7,4 miliar ke China, sebagian besar untuk pembangunan jalur kereta api Standard Gauge Railway (SGR). Proyek senilai USD5 miliar ini disebut terlalu mahal dan kurang menguntungkan, membuat Kenya kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran utang.

5. Sri Lanka

Sri Lanka menjadi contoh tragis gagal bayar utang ke China. Dengan utang USD6,8–7,2 miliar, negara ini terpaksa menyerahkan pengelolaan Pelabuhan Hambantota kepada China selama 99 tahun. Kasus ini memicu kekhawatiran global atas praktik "debt-trap diplomacy" Beijing.

Utang besar ke China tidak hanya membebani APBN, tetapi juga mengancam kedaulatan ekonomi. Sejumlah negara terpaksa mengalokasikan anggaran besar untuk membayar utang, mengorbankan sektor kesehatan dan pendidikan.

Baca Juga: Rusia Usulkan Pemindahan Kantor Pusat PBB dari AS, Apa Alasannya?

Belt and Road Initiative (BRI) disebut sebagai alat China memperluas pengaruh melalui pinjaman infrastruktur. Namun, banyak proyek BRI yang dinilai tidak transparan dan berisiko tinggi, memicu ketergantungan jangka panjang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
TikTok soal Kabar PHK...
TikTok soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia: Ini Bukan Keputusan Mudah
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Rekomendasi
Horor! Jendela Pesawat...
Horor! Jendela Pesawat Terlepas di Tengah Penerbangan, Seorang Penumpang Nyaris Tersedot Keluar
Argentina Lolos ke Semifinal...
Argentina Lolos ke Semifinal Usai Taklukkan Swiss 3-1 Lewat Extra Time
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
Berita Terkini
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
Infografis
3 Negara Mayoritas Islam...
3 Negara Mayoritas Islam Terjebak Utang China, Indonesia Tembus Rp326 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved