Total Aset Negara Tembus Rp13.692 Triliun, Sri Mulyani Ungkap Kondisi APBN 2024

Selasa, 01 Juli 2025 - 17:16 WIB
loading...
Total Aset Negara Tembus...
Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan peningkatan signifikan pada total aset negara, di mana pada tahun 2024 telah mencapai Rp13.692,4 triliun. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan atau Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan peningkatan signifikan pada total aset negara. Dijelaskan total aset negara pada tahun 2024 telah mencapai Rp13.692,4 triliun, atau mengalami kenaikan dibandingkan catatan 2023 yakni Rp13.072,8 triliun.

Selain peningkatan aset, Sri Mulyani juga memaparkan bahwa kewajiban negara pada tahun 2024 tercatat senilai Rp10.269,0 triliun. Sementara itu ekuitas negara mencapai Rp3.423,4 triliun. Angka kewajiban ini juga menunjukkan kenaikan dari catatan tahun 2023 sebesar Rp9.536,7 triliun, sedangkan ekuitas pada tahun 2023 tercatat Rp3.536,1 triliun.

"Posisi ini menggambarkan kekayaan bersih negara dan kapasitas fiskal yang dapat diandalkan untuk mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan," tutur Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-21, Selasa (1/7/2025).

Baca Juga: Sri Mulyani: Aset Negara Capai Rp13.000 T per 31 Desember 2023

Dari sisi operasional, pendapatan yang berhasil dihimpun sepanjang tahun 2024 tercatat sebesar Rp3.115,3 triliun. Namun, pendapatan ini masih lebih rendah dibandingkan beban operasional yang mencapai Rp3.353,6 triliun, sehingga menghasilkan defisit operasional sebesar Rp238,3 triliun.

"Di sisi lain, kegiatan non-operasional mencatatkan surplus Rp22,7 triliun, sehingga defisit operasional secara keseluruhan tercatat Rp215,7 triliun," tambah Sri Mulyani.

Menkeu juga mengumumkan bahwa saldo anggaran lebih (SAL) dari pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2024 mencapai angka Rp459,5 triliun.

Sri Mulyani menjelaskan, setelah seluruh pemanfaatan untuk mendukung pembiayaan APBN serta memperhitungkan sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) dan penyesuaian lainnya, saldo akhir tahun kas negara pada 2024 tercatat sebesar Rp457,5 triliun.

"Saldo ini pada level memadai dan berfungsi untuk menyangga fiskal terutama di dalam masa transisi pemerintahan dan menghadapi berbagai kemungkinan risiko dinamis global," kata Sri Mulyani

Selain itu, neraca pemerintah Indonesia menunjukkan penguatan yang berkelanjutan hingga akhir tahun 2024, tepatnya per 31 Desember 2024. Baca Juga: Kantor Danantara Disiapkan Jadi Rumah Besar Pengelolaan Investasi Negara

Sebagai pelengkap informasi keuangan, Sri Mulyani juga mengungkapkan bahwa Laporan Arus Kas Tahun 2024 menunjukkan aktivitas pendanaan dan aktivitas transitoris mencatat arus kas positif. Di sisi lain, aktivitas operasi dan aktivitas investasi mencatatkan arus kas negatif.

Meskipun demikian, Sri Mulyani menganggap arus kas negatif dari aktivitas investasi ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk terus melakukan investasi produktif, yang bertujuan mendorong akselerasi pembangunan nasional.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPS Canangkan Sensus...
BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kalimantan Timur: Perkuat Kompas Pembangunan Daerah
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
Purbaya Buka Peluang...
Purbaya Buka Peluang Kerek Dana Transfer ke Daerah di 2027 hingga Rp90 Triliun
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Dana Rampasan Rp153,6...
Dana Rampasan Rp153,6 Miliar Kembali ke TASPEN, Buah Manis Sinergi dengan KPK
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Hotel Sultan Tercatat...
Hotel Sultan Tercatat sebagai Barang Milik Negara, Pengelolaan Aset Ikuti PMK
Rekomendasi
Iran Tersingkir dari...
Iran Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Gagal Lolos Akibat Gol di Detik Terakhir
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Sempat Dilarang di Qatar...
Sempat Dilarang di Qatar 2022, Kenapa FIFA Izinkan Bendera LGBT Masuk Stadion Piala Dunia 2026?
Berita Terkini
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Infografis
Timnas AMIN Ingin Hadirkan...
Timnas AMIN Ingin Hadirkan Sri Mulyani dan Tri Rismaharini di MK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved