Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 8%, Indonesia Butuh Investasi Rp13.000 Triliun

Selasa, 01 Juli 2025 - 19:10 WIB
loading...
A A A
Direktur Eksekutif Prasasti, Nila Marita menambahkan, bahwa semua analisis dan rekomendasi kebijakan akan bersifat data-driven. "Kami tidak ingin bekerja berdasarkan asumsi, tapi fakta dan angka yang bisa dipertanggungjawabkan," tegasnya.

Sektor-sektor prioritas yang akan menjadi fokus kajian Prasasti meliputi program swasembada pangan, transisi energi, dan ketahanan air. "Ketiga bidang ini merupakan kunci untuk mencapai pertumbuhan berkualitas," jelas Nila.

Menariknya, kajian Prasasti juga mengungkap bahwa untuk mencapai pertumbuhan 8%, Indonesia perlu meningkatkan produktivitas tenaga kerja sebesar 3,5% per tahun. "Ini tantangan besar yang membutuhkan kolaborasi semua pihak," kata Gundy.

Di sisi fiskal, lembaga ini merekomendasikan reformasi sistem perpajakan dan perluasan basis pajak. "Rasio pajak kita masih terlalu rendah. Padahal dengan optimalisasi saja, potensi tambahan penerimaan bisa mencapai Rp500 triliun per tahun," papar Gundy.

Prasasti juga akan memantau implementasi program strategis pemerintah seperti Perumahan Nasional dan Sekolah Garuda. "Kami akan memberikan masukan konstruktif berdasarkan evidence-based research," janji Nila.

Dalam sesi tanya jawab, Gundy menekankan, target 8% bukanlah hal mustahil. "Dengan kombinasi kebijakan yang tepat dan iklim investasi yang kondusif, Indonesia bisa menjadi salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di Asia," ujarnya.

Peluncuran kajian ekonomi Prasasti ini ditutup dengan komitmen untuk menerbitkan laporan berkala yang akan memantau perkembangan target pertumbuhan ekonomi. "Kami akan menjadi mitra yang akan memberikan masukkan konstruktif bagi pemerintah," kata Nila.

Sebagai catatan, Prasasti diinisiasi oleh sejumlah tokoh nasional dengan berbagai macam latar profesi. Lembaga ini digawangi ekonom, pengusaha papan atas, aktivis, hingga mantan pejabat. Lembaga ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi, ruang berdialog, antara civil society, pelaku sektor riil dan para perumus kebijakan.

Board of Advisor Prasasti, Burhanudin Abdullah menambahkan, Prasasti didirikan sebagai respons atas kebutuhan akan ruang dialog yang netral dan berbasis ilmiah. "Prasasti bukan milik segelintir elite, melainkan wadah kolaborasi antara masyarakat sipil, akademisi, dan pemerintah," tegas mantan Gubernur Bank Indonesia ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Fuad Bawazier: Isu Ganti...
Fuad Bawazier: Isu Ganti Purbaya bukan Fakta, tapi Perlawanan terhadap Paradigma Baru
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Rekomendasi
Breaking News, Kejaksaan...
Breaking News, Kejaksaan Kabulkan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa!
Sahroni Desak Polisi...
Sahroni Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Wanita di Bandung: Hukum Berat!
Jangan Cuma Istri, Suami...
Jangan Cuma Istri, Suami Juga Harus Periksa Kesuburan saat Program Hamil
Berita Terkini
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Gelontorkan Diskon Tiket...
Gelontorkan Diskon Tiket Transportasi hingga 30%, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp1,54 Triliun
Tips MotionTrade: Modus...
Tips MotionTrade: Modus Penipuan Berkedok Customer Service, Investor Wajib Waspada!
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Ambles ke 6.116, Transaksi Cetak Rp13,4 Triliun
Penerbangan Umrah Dipindah...
Penerbangan Umrah Dipindah Mulai 1 Juli 2026, Terpusat di Terminal 2F Bandara Soetta
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved