Tenaga Ahli Menteri ESDM Kunjungi Terminal BBM Ujung Berung, Pastikan Pasokan Energi Stabil

Selasa, 01 Juli 2025 - 23:16 WIB
loading...
Tenaga Ahli Menteri...
Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Komersialisasi dan Transportasi Minyak dan Gas Bumi, Satya Hangga Yudha Widya Putra, melakukan kunjungan kerja ke Pertamina Patra Niaga Terminal BBM Ujung Berung. Foto/Dok
A A A
BANDUNG - Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Komersialisasi dan Transportasi Minyak dan Gas Bumi, Satya Hangga Yudha Widya Putra melakukan kunjungan kerja ke Pertamina Patra Niaga Terminal BBM Ujung Berung, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Senin (30/6/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi dan berdiskusi mendalam terkait kinerja operasional dan teknis terminal penyalur bahan bakar, serta manajemen pasokan dan kualitas, guna memastikan ketersediaan energi yang stabil dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

Dalam sambutannya, Hangga menekankan pentingnya menjaga ketahanan energi nasional. Ia menyoroti ketergantungan tinggi Indonesia pada bahan bakar fosil, dengan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang baru menyumbang 14% dari bauran energi nasional.

Baca Juga: Tumbuh 5,6%, Penjualan Pertamina Patra Niaga di 2024 Tembus 105 Juta Kilo Liter

Satya Hangga Yudha juga mengungkapkan, mengenai produksi minyak Indonesia yang berada di sekitar 600 ribu barel per hari, sementara kapasitas kilang mencapai 1 juta barel per hari. "Dari 850 ribu barel (operasi kilang), 750 ribu barel diimpor dalam bentuk BBM jadi," jelasnya.

Berbeda dengan gas, Indonesia masih memiliki surplus, namun untuk LPG, 80 persennya masih diimpor. Ia menggarisbawahi perlunya meningkatkan efisiensi dan kinerja kilang-kilang di Indonesia.

Kunjungan ke Terminal BBM Ujung Berung ini, menurut Hangga, bertujuan untuk memahami proses end-to-end distribusi energi, terutama sehubungan dengan insiden kelangkaan LPG, oplosan, dan masalah tata kelola minyak mentah yang sempat terjadi.

Ia juga menyoroti tingkat stok BBM dan LPG di Indonesia yang hanya berkisar 2-3 minggu, lebih rendah dibandingkan negara lain yang bisa mencapai 6 bulan, menjadikan ini sebagai poin diskusi penting untuk cadangan energi di masa depan, terutama mengingat ketegangan geopolitik global saat ini.

Hangga mengungkapkan, “Terminal BBM Ujung Berung menjadi terminal penting dalam penyediaan dan pendistribusian stok BBM buat Jawa Barat dengan jumlah penduduk lebih dari 50 jt org (17,8% dari total penduduk di Indonesia). Dengan pasokan minyak yang disalurkan melalui pipa dari RU IV Cilacap dan penerapan sistem AI untuk monitoring dan performance evaluation, Terminal BBM Ujung Berung menjadi salah satu terminal yang advanced dan paling ideal di Indonesia. Kami berharap agar QQ (Quality dan Quantity) BBM dari Terminal BBM Ujung Berung dapat dijaga dengan baik dengan kualitas yg selalu (on-spec) untuk masyarakat dan industri.”

Operations Manager Fuel Terminal Bandung Ujung Berung, Debbi Juliana, menyambut Hangga dan tim Kementerian ESDM. Ia memaparkan, profil Terminal BBM Ujung Berung yang memiliki dua lokasi di Ujung Berung dan satu di Padalarang. Terminal Ujung Berung memiliki kapasitas tangki timbun 94.956 KL dan penyaluran harian lebih dari 4.548 KL/hari, sementara Padalarang memiliki kapasitas 57.860 KL dan penyaluran 2.317 KL/hari. Terminal ini disuplai melalui jalur pipa dari kilang Cilacap, menjamin pasokan yang aman.

Mengenai kualitas produk, Group Head Operation Regional Jawa Bagian Barat, Moch. Toriq menegaskan, bahwa produk yang dikirimkan ke terminal Pertamina dari kilang selalu sesuai spesifikasi (on-spec).

"Bahkan produk impor dari kapal hanya dibongkar jika sudah on-spec, setelah melalui berbagai tes laboratorium oleh Pertamina, dengan persetujuan akhir dari Migas," tambahnya.

Operations Manager FT Bandung Ujung Berung, Debbi Juliana menambahkan, bahwa Pertalite tidak memiliki toleransi kandungan air, sedangkan Biosolar memiliki kandungan air maksimal 380 ppm dan saat ini di lokasi mereka 197 ppm, sesuai spesifikasi Migas.

Hangga juga membahas isu kepercayaan publik dan citra Pertamina. Ia mengakui, bahwa masyarakat menginginkan kuantitas dan kualitas yang tepat (QQ) untuk bahan bakar, karena kendaraan mereka terdampak langsung.

Ia mencatat bahwa meskipun minyak mentah pipa dapat diperiksa, minyak mentah kapal diperiksa kandungan airnya saat kedatangan, dan jika terlalu tinggi, akan dikembalikan. Ia juga menyoroti bahwa ESDM dan pihak eksternal juga memverifikasi spesifikasi minyak.

Baca Juga: Libur Tahun Baru Islam, Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan 7,38 Juta Tabung LPG 3 Kg

Ditekankan juga bahwa meskipun kualitas BBM sudah on-spec, masalah persepsi publik dapat muncul, berpotensi memengaruhi citra dan bisnis Pertamina, meskipun Pertamina adalah BUMN terbesar dalam hal profitabilitas dan krusial untuk daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) yang tidak memiliki penyedia lain.

Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi mengenai peningkatan kesiapan cadangan strategis minyak dan upaya berkelanjutan Pertamina untuk memastikan distribusi energi yang aman dan berkualitas di seluruh wilayah Indonesia.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Prediksi Indonesia...
Prabowo Prediksi Indonesia Swasembada BBM 3 Tahun Lagi
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Rekomendasi
Sidang PK Nikita Mirzani...
Sidang PK Nikita Mirzani Ditunda hingga 1 Juli 2026, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya
Polemik Ijazah Jokowi,...
Polemik Ijazah Jokowi, Bonatua Silalahi Gugat KPU, Bawaslu, hingga Rektor UGM
Kolombia Pecundangi...
Kolombia Pecundangi RD Kongo, Daniel Munoz Cetak Gol Penentu Kemenangan
Berita Terkini
Prabowo Prediksi Indonesia...
Prabowo Prediksi Indonesia Swasembada BBM 3 Tahun Lagi
Potongan Aplikasi Gojek...
Potongan Aplikasi Gojek Turun Jadi 8% Mulai 1 Juli 2026, Manajemen GOTO Angkat Suara
Biaya Medis Meningkat,...
Biaya Medis Meningkat, Allianz Ajak Pahami Pentingnya Perlindungan Kesehatan
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Infografis
Penuhi Pasokan Oksigen,...
Penuhi Pasokan Oksigen, Menteri Erick Kerahkan BUMN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved