Bank Terbesar Rusia Ungkap Prediksi Suram untuk Tahun 2026

Rabu, 02 Juli 2025 - 19:55 WIB
loading...
Bank Terbesar Rusia...
Bank terbesar di Rusia, Sber bersiap menghadapi tantangan terbesar pada tahun 2026. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Bank terbesar di Rusia , Sber bersiap menghadapi tantangan terbesar pada tahun 2026, seperti diungkapkan oleh CEO German Gref kepada para pemegang saham. Ia menyebutkan, bahwa suku bunga tinggi menjadi faktor kunci di balik penurunan tajam permintaan untuk pinjaman, dan memperingatkan bahwa kondisi sulit kemungkinan akan terus berlanjut.

Pemberi pinjaman ini telah berusaha menavigasi lingkungan ekonomi yang volatil sejak sanksi besar-besaran Barat dikenakan pada Rusia terkait konflik Ukraina. Langkah-langkah ini menargetkan sektor-sektor kritis termasuk keuangan, mendorong Bank Rusia untuk menaikkan suku bunga acuan, yang saat ini berada di level 20%.

Berbicara saat pertemuan tahunan, Gref mengatakan bahwa iklim keuangan saat ini – yang ditandai dengan biaya pinjaman yang tinggi dan berkurangnya akses kredit – telah menciptakan tantangan yang signifikan. "Tingkat suku bunga yang sangat tinggi dan permintaan uang serta kredit yang sangat berkurang berdampak besar pada aktivitas bisnis," katanya.

Baca Juga: Pengakuan Bos Bank Terbesar Rusia, Benarkah Sanksi Barat Mulai Terasa?

Gref mengakui bahwa 2025 sudah terbukti sulit, tetapi Ia meyakini untuk urusan ketahanan bank. "Merupakan bagian dari identitas Sber untuk berjuang mendapatkan hasil, tidak peduli seberapa sulit keadaan saat ini," katanya.

Meski begitu, dia memperingatkan bahwa 2026 "diprediksi tidak lebih mudah," mengutip ketidakpastian yang berkelanjutan seputar geopolitik, pertumbuhan PDB, dan kebijakan moneter. Berkurangnya permintaan pinjaman akibat suku bunga yang tinggi merugikan keuntungan Sber, ungkap CEO tersebut memperingatkan.

Sebagai respons terhadap sanksi Barat yang dikenakan pada Rusia akibat konflik Ukraina pada Februari 2022, bank sentral Rusia menaikkan suku bunga acuan dari 9,5% menjadi 20% untuk menstabilkan rubel dan menahan inflasi. Seiring dengan perbaikan kondisi, suku bunga tersebut dipotong menjadi 7,5% pada September 2022.

Namun tekanan inflasi yang muncul kembali mengakibatkan siklus pengetatan pada pertengahan 2023, dengan suku bunga mencapai puncaknya di 21% pada Oktober 2024. Awal bulan ini, bank sentral memangkasnya menjadi 20% - untuk menjadi pengurangan pertama sejak 2022.

Baca Juga: Daftar Bank-bank Terbesar di Dunia 2025, JPMorgan Memimpin 3 Tahun Beruntun

Walaupun ada sanksi dan tekanan inflasi, ekonomi Rusia telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Setelah menyusut sebesar 1,2% pada tahun 2022, PDB tumbuh sebesar 3,6% pada tahun 2023 dan 4,1% pada tahun 2024. Pertumbuhan diperkirakan akan melambat menjadi 1-2% pada tahun 2025 dan hingga 1,5% di 2026.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
BI Rate Naik, LPS Tetap...
BI Rate Naik, LPS Tetap Tahan Tingkat Bunga Penjaminan 3,5%
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rekomendasi
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
Pelajar Tewas Tersangkut...
Pelajar Tewas Tersangkut Kabel, DPRD Desak Pemprov DKI Jakarta Tata Ulang Pengelolaan Utilitas
Lawan Tawuran dan Bullying,...
Lawan Tawuran dan Bullying, Pemkot Jakpus-MNC Peduli Bina 1.725 Anggota PMR
Berita Terkini
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved