Di Bawah Prabowo dan Anwar Ibrahim, Mengapa Malaysia dan Indonesia Kompak Perkuat Hubungan dengan Rusia?
Jum'at, 04 Juli 2025 - 15:00 WIB
loading...
A
A
A
Langkah Prabowo mencerminkan kebijakan luar negeri yang serupa dengan Malaysia. PM Anwar tercatat telah tiga kali mengunjungi Rusia dalam dua tahun terakhir. Kedua negara terlihat ingin memperkuat posisi non-blok melalui pendekatan luar negeri yang lebih seimbang, termasuk mempererat hubungan dengan Rusia dan Tiongkok.
Menurut peneliti senior ISEAS-Yusof Ishak Institute, Ian Storey, baik Jakarta maupun Kuala Lumpur tengah mencari cara memperluas keterlibatan ekonomi dengan Moskow meskipun peluang konkret dinilai masih terbatas. Pada 2023, perdagangan Rusia dengan negara-negara ASEAN tercatat mencapai rekor tertinggi sebesar USD 22 miliar.
Indonesia dan Malaysia saat ini tengah mengeksplorasi kerja sama di sektor energi dan pertahanan. Bagi Indonesia yang masih bergantung pada batu bara, Rusia menawarkan peluang dalam pengembangan energi nuklir sipil. Beberapa negara ASEAN, termasuk Vietnam, telah mulai menjajaki proyek pembangkit listrik tenaga nuklir dengan dukungan teknologi Rusia.
Kerja sama terbaru ditandai dengan penandatanganan perjanjian antara Danantara dan Russian Direct Investment Fund untuk membentuk dana investasi bersama senilai €2 miliar. Pameran kerja sama ASEAN–Rusia di bidang teknologi nuklir juga telah dibuka di Jakarta oleh Sekjen ASEAN pada Februari lalu.
Dalam konteks geopolitik, Indonesia dan Malaysia juga melihat BRICS sebagai forum alternatif di tengah ketidakpastian arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Indonesia kini menjadi anggota penuh BRICS, sementara Malaysia berstatus sebagai mitra.
Menurut peneliti senior ISEAS-Yusof Ishak Institute, Ian Storey, baik Jakarta maupun Kuala Lumpur tengah mencari cara memperluas keterlibatan ekonomi dengan Moskow meskipun peluang konkret dinilai masih terbatas. Pada 2023, perdagangan Rusia dengan negara-negara ASEAN tercatat mencapai rekor tertinggi sebesar USD 22 miliar.
Indonesia dan Malaysia saat ini tengah mengeksplorasi kerja sama di sektor energi dan pertahanan. Bagi Indonesia yang masih bergantung pada batu bara, Rusia menawarkan peluang dalam pengembangan energi nuklir sipil. Beberapa negara ASEAN, termasuk Vietnam, telah mulai menjajaki proyek pembangkit listrik tenaga nuklir dengan dukungan teknologi Rusia.
Kerja sama terbaru ditandai dengan penandatanganan perjanjian antara Danantara dan Russian Direct Investment Fund untuk membentuk dana investasi bersama senilai €2 miliar. Pameran kerja sama ASEAN–Rusia di bidang teknologi nuklir juga telah dibuka di Jakarta oleh Sekjen ASEAN pada Februari lalu.
Dalam konteks geopolitik, Indonesia dan Malaysia juga melihat BRICS sebagai forum alternatif di tengah ketidakpastian arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Indonesia kini menjadi anggota penuh BRICS, sementara Malaysia berstatus sebagai mitra.
Lihat Juga :