Di Bawah Prabowo dan Anwar Ibrahim, Mengapa Malaysia dan Indonesia Kompak Perkuat Hubungan dengan Rusia?
Jum'at, 04 Juli 2025 - 15:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Xi Jinping dan Putin Absen KTT BRICS 2025 di Brasil, Ada Apa?
Namun belum jelas apakah penguatan hubungan dengan Rusia merupakan langkah strategis untuk menghindari rivalitas AS–China, atau mencerminkan kedekatan ideologis dengan visi Rusia tentang tatanan dunia baru. Prabowo sendiri menyatakan, "Kami ingin berteman dengan semua pihak," saat ditanya soal keputusannya menolak undangan KTT G7.
Menurut Bridget Welsh dari Asia Research Institute Malaysia, kunjungan Anwar ke Rusia juga dipengaruhi sentimen domestik. Rusia dinilai populer di kalangan masyarakat Malaysia karena pandangan anti-Barat, khususnya terkait persepsi bahwa AS memicu perang di Ukraina.
Sentimen serupa juga berkembang di Indonesia, dipicu dukungan Barat terhadap Israel dalam konflik Timur Tengah, seperti tercermin dalam survei State of Southeast Asia 2024.
Namun belum jelas apakah penguatan hubungan dengan Rusia merupakan langkah strategis untuk menghindari rivalitas AS–China, atau mencerminkan kedekatan ideologis dengan visi Rusia tentang tatanan dunia baru. Prabowo sendiri menyatakan, "Kami ingin berteman dengan semua pihak," saat ditanya soal keputusannya menolak undangan KTT G7.
Menurut Bridget Welsh dari Asia Research Institute Malaysia, kunjungan Anwar ke Rusia juga dipengaruhi sentimen domestik. Rusia dinilai populer di kalangan masyarakat Malaysia karena pandangan anti-Barat, khususnya terkait persepsi bahwa AS memicu perang di Ukraina.
Sentimen serupa juga berkembang di Indonesia, dipicu dukungan Barat terhadap Israel dalam konflik Timur Tengah, seperti tercermin dalam survei State of Southeast Asia 2024.
(nng)
Lihat Juga :