Kolaborasi Bank Mandiri dan Ceria Corp, Ekspor Perdana FeNi Produksi Smelter Merah Putih
Sabtu, 05 Juli 2025 - 09:38 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini Ceria tengah menyiapkan ekspansi pengembangan melalui pembangunan Smelter RKEF Line II dan fasilitas High-Pressure Acid Leaching (HPAL) Line I. Proyek ini ditargetkan untuk memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok global baterai kendaraan listrik (EV). Target jangka panjang Ceria adalah meningkatkan kapasitas produksi hingga 252.800 ton ferronickel per tahun, atau setara dengan 55.600 ton logam nikel dari 4 jalur smelter RKEF dan 293.200 ton MHP dari 2 fase pabrik HPAL, yang mengadung 110.940 ton logam nikel dan 11.400 ton logam cobalt.
“Dengan dukungan yang berkelanjutan dari sektor keuangan nasional, kami optimistis bahwa Indonesia akan memainkan peran sentral dalam industri baterai global. Sinergi seperti ini menjadi pilar utama bagi kemajuan sektor energi baru terbarukan dan hilirisasi,” ujarnya. Baca juga: Bank Mandiri Taspen Ajak Pensiunan Berwirausaha Lewat SiMantap Laundry
Seremoni ekspor perdana ini turut dihadiri Bupati Kolaka Amri Jamaluddin sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap keberadaan industri strategis di wilayahnya. Momentum ini juga sekaligus memperkuat konektivitas antara pelaku industri dan lembaga keuangan nasional dalam membangun ekosistem hilirisasi mineral yang berdaya saing global.
Keberhasilan ekspor perdana feronikel Ceria dinilai sejalan dengan agenda pembangunan ekonomi nasional sebagaimana dirumuskan dalam visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Terutama dalam penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan tenaga kerja lokal, dan pengelolaan sumber daya alam secara bertanggung jawab.
“Dengan dukungan yang berkelanjutan dari sektor keuangan nasional, kami optimistis bahwa Indonesia akan memainkan peran sentral dalam industri baterai global. Sinergi seperti ini menjadi pilar utama bagi kemajuan sektor energi baru terbarukan dan hilirisasi,” ujarnya. Baca juga: Bank Mandiri Taspen Ajak Pensiunan Berwirausaha Lewat SiMantap Laundry
Seremoni ekspor perdana ini turut dihadiri Bupati Kolaka Amri Jamaluddin sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap keberadaan industri strategis di wilayahnya. Momentum ini juga sekaligus memperkuat konektivitas antara pelaku industri dan lembaga keuangan nasional dalam membangun ekosistem hilirisasi mineral yang berdaya saing global.
Keberhasilan ekspor perdana feronikel Ceria dinilai sejalan dengan agenda pembangunan ekonomi nasional sebagaimana dirumuskan dalam visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Terutama dalam penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan tenaga kerja lokal, dan pengelolaan sumber daya alam secara bertanggung jawab.
(poe)
Lihat Juga :