Smelter Merah Putih Ekspor Perdana Feronikel, Bupati: Ubah Wajah Industri Tambang Kolaka
Sabtu, 05 Juli 2025 - 16:56 WIB
loading...
A
A
A
Bupati juga berharap Bank Mandiri yang selama ini mendukung dan men-support PT Ceria Corp, untuk memberikan perhatian yang lebih tinggi lagi pada perusahaan itu. Dengan demikian apa yang direncanakan pihak PT Ceria Corp untuk membangun smelter Rectangular Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) Line II, sekaligus mengembangkan fasilitas High-Pressure Acid Leaching (HPAL) Line I segera terwujud.
Diakui selama ini PT Ceria telah memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar tambang dan Kabupaten Kolaka, baik itu pemanfaatan lingkungan, CSR, dan PPM. Termasuk menghadirkan teknologi baru green nikel yang ramah lingkungan dan nantinya dapat di contoh perusahaan lain yang akan membangun smelter di Kolaka.
"Generasi nanti akan bercerita ada Smelter Merah Putih pertama di Kolaka. Ini akan menjadi amal jariah, sekaligus keberadaan smelter ini akan memberikan kontribusi nyata bagi daerah Kabupaten Kolaka, Provinsi Sultra, dan nasional," terangnya. Baca juga: Iran Masuk 10 Besar Produsen Baja Terbesar di Dunia, Produksi Tembus 14 Juta Ton dalam 5 Bulan
Bahkan Amri mengaku sangat gembira dengan keberadaan Smelter Merah Putih. Berdasarkan informasi Kementerian keuangan, tahun ini Pemda Kolaka mendapat dana hasil dari sektor pertambangan Rp900 miliar. Padahal sebelumnya untuk sektor tambang Pemda Kolaka hanya menerima dana bagi hasil sebanyak Rp100-200 miliar.
"Alhamdulillah tahun ini bagi hasil sektor pertambangan untuk Kabupaten Kolaka kurang lebih Rp900 miliar. Ini merupakan kontribusi konkret dan nyata dengan keberadaan Ceria Corp milik anak bangsa. Semoga dengan beroperasinya Smelter Merah Putih, dana bagi hasil dari sektor pertambangan semakin meningkat khususnya di Kabupaten Kolaka" ungkapnya.
Diakui selama ini PT Ceria telah memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar tambang dan Kabupaten Kolaka, baik itu pemanfaatan lingkungan, CSR, dan PPM. Termasuk menghadirkan teknologi baru green nikel yang ramah lingkungan dan nantinya dapat di contoh perusahaan lain yang akan membangun smelter di Kolaka.
"Generasi nanti akan bercerita ada Smelter Merah Putih pertama di Kolaka. Ini akan menjadi amal jariah, sekaligus keberadaan smelter ini akan memberikan kontribusi nyata bagi daerah Kabupaten Kolaka, Provinsi Sultra, dan nasional," terangnya. Baca juga: Iran Masuk 10 Besar Produsen Baja Terbesar di Dunia, Produksi Tembus 14 Juta Ton dalam 5 Bulan
Bahkan Amri mengaku sangat gembira dengan keberadaan Smelter Merah Putih. Berdasarkan informasi Kementerian keuangan, tahun ini Pemda Kolaka mendapat dana hasil dari sektor pertambangan Rp900 miliar. Padahal sebelumnya untuk sektor tambang Pemda Kolaka hanya menerima dana bagi hasil sebanyak Rp100-200 miliar.
"Alhamdulillah tahun ini bagi hasil sektor pertambangan untuk Kabupaten Kolaka kurang lebih Rp900 miliar. Ini merupakan kontribusi konkret dan nyata dengan keberadaan Ceria Corp milik anak bangsa. Semoga dengan beroperasinya Smelter Merah Putih, dana bagi hasil dari sektor pertambangan semakin meningkat khususnya di Kabupaten Kolaka" ungkapnya.
(poe)
Lihat Juga :