Membaca Kematian Dolar dan Tumpukan Utang AS Rp591.735 Triliun, Seberapa Gawat?

Minggu, 06 Juli 2025 - 01:05 WIB
loading...
A A A
"Dolar itu seperti kemeja kotor terbersih milikmu, kamu harus terus memakainya. Namun, masa depan dolar dan aset yang menjadi patokan dunia - obligasi pemerintah AS - sedang dibahas di tingkat tertinggi. Gubernur Bank of England baru-baru ini mengatakan kepada BBC bahwa tingkat utang AS dan status dolar berada 'di benak Menteri Keuangan AS, Bessent," ungkapnya.

"Saya tidak berpikir dolar dalam ancaman saat ini, tetapi dia sangat menyadari masalah ini dan saya rasa ini bukan sesuatu yang dia anggap remeh," bebernya.

Utang AS sebesar USD37 triliun adalah angka yang tidak terbayangkan. Jika Anda menghemat satu juta dolar setiap hari, maka bakal memakan waktu 100.000 tahun untuk mengumpulkan uang sebanyak itu.

Pandangan yang bijaksana terhadap utang adalah sebagai persentase dari pendapatan suatu negara. Ekonomi AS memproduksi pendapatan sekitar USD25 triliun per tahun. Meskipun tingkat utangnya terhadap pendapatan jauh lebih tinggi daripada banyak negara lainnya, tetapi tidak setinggi Jepang atau Italia, dan AS memiliki keuntungan sebagai ekonomi paling inovatif dan pencipta kekayaan di dunia di belakangnya.

Dalam sebuah buku yang berjudul Kematian Dollar karya William F Rickenbacker, di mana dia memperingatkan tentang risiko terhadap status dolar sebagai mata uang cadangan dunia. Buku ini ditulis pada tahun 1968. Rickenbacker sudah tidak bersama kita lagi - namun dolar masih ada. Tetapi itu tidak berarti bahwa status dan nilainya adalah hak mutlak.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Rupiah Ambruk ke 18.128...
Rupiah Ambruk ke 18.128 per Dolar AS, Apa Pemicu Sebenarnya?
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Perang Iran Kembali...
Perang Iran Kembali Berkecamuk, Cadangan Rudal Strategis AS Terus Menipis
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
AS Ingin Ambil Alih...
AS Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Akan Dapat Bayaran
Rekomendasi
Menembus Batas Geografis,...
Menembus Batas Geografis, Layanan VIOLA Menjadi Jembatan Asa JKN di Ujung Negeri
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
Kapasitas Baterai iPhone...
Kapasitas Baterai iPhone Lipat Terungkap Secara Tak Terduga
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved