Membaca Kematian Dolar dan Tumpukan Utang AS Rp591.735 Triliun, Seberapa Gawat?

Minggu, 06 Juli 2025 - 01:05 WIB
loading...
A A A
"Saya yakin bahwa kondisi keuangan (pemerintah AS) berada di titik balik karena, jika ini tidak ditangani sekarang, utang akan menumpuk hingga tingkat yang tidak dapat dikelola tanpa trauma besar," kata Ray Dalio.

Jadi seperti apa bentuk trauma itu?

Opsi pertama adalah pengurangan drastis dalam belanja pemerintah, peningkatan pajak, atau keduanya. Ray Dalio menyarankan, bahwa mengurangi defisit anggaran dari 6% saat ini menjadi 3% harus segera dilakukan untuk bisa mencegah masalah di masa depan.

Dilansir BBC, rancangan anggaran terbaru Trump memang memangkas beberapa pengeluaran, tetapi juga memangkas pajak lebih banyak, sehingga trajektori (jalur) politik saat ini berjalan ke arah yang berbeda. Baca Juga: Dibayangi Utang Jumbo AS Rp591.502 Triliun, Trump Mundur Bentuk Dana Kekayaan Negara

Kedua, seperti dalam krisis sebelumnya, bank sentral AS dapat mencetak lebih banyak uang dan menggunakannya untuk membeli utang pemerintah - seperti yang kita lihat setelah krisis keuangan besar tahun 2008. Namun hal itu bisa berujung pada inflasi dan ketidaksetaraan karena pemilik aset seperti rumah dan saham jauh lebih baik dibandingkan mereka yang mengandalkan nilai tenaga kerja.

Opsi ketiga adalah default AS langsung. Tidak bisa membayar, tidak mau membayar. Mengingat bahwa "kepercayaan dan kredit penuh dari Departemen Keuangan AS" menopang seluruh sistem keuangan global, itu akan membuat krisis keuangan besar tampak seperti piknik.

Kematian Dolar AS

Jadi seberapa besar kemungkinan ini? Saat ini, syukurlah, tidak terlalu besar. Tetapi alasan mengapa sebenarnya tidak terlalu menghibur. Faktanya adalah, suka atau tidak, dunia memiliki sedikit alternatif untuk dolar.

Ekonom dan mantan kepala obligasi, Mohamed El-Erian mengatakan, bahwa banyak orang berusaha mengurangi kepemilikan dolar, "dolar terlalu berat dan dunia tahu itu, itulah sebabnya kami melihat kenaikan emas, euro, dan pound. Akan tetapi sulit untuk bergerak dengan skala yang sama, jadi sebenarnya sangat sedikit tempat untuk pergi."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Rekomendasi
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Belgia Dipaksa Bermain Imbang Lawan Iran
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved