Uang Kertas BRICS Pecahan 200 Beredar Luas, Simbol atau Realita Ekonomi Baru?

Minggu, 06 Juli 2025 - 07:39 WIB
loading...
A A A
Namun, anggota lainnya seperti India, Brasil, Afrika Selatan, dan UEA cenderung lebih berhati-hati. Dilansir dari Watcher Guru, India bahkan secara terbuka menolak pembentukan mata uang BRICS, menyatakan ketidaksepakatannya terhadap ide dominasi satu mata uang dalam blok tersebut.

Perbedaan pandangan inilah yang menjadi penghalang utama dalam realisasi proyek ambisius tersebut. Beberapa pihak menilai bahwa Tiongkok tengah memanfaatkan platform BRICS untuk memperluas pengaruh ekonominya secara global.

Di sisi lain, Rusia dan Iran memiliki kepentingan geopolitik yang mendesak dalam mencari alternatif terhadap sistem pembayaran internasional berbasis dolar. Keduanya ingin mengurangi ketergantungan terhadap SWIFT dan mendorong sistem transaksi yang lebih inklusif terhadap negara-negara yang terkena sanksi.

Meski demikian, uang kertas pecahan 200 yang beredar tersebut sejauh ini hanya bersifat simbolik. Ia tidak memiliki nilai tukar di pasar keuangan internasional dan tidak dapat digunakan sebagai alat tukar resmi untuk barang maupun jasa.

Baca Juga: Jet Tempur Siluman F-35 Rp1,7 Triliun Terdampar 3 Minggu di India, Jadi Olok-olokan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Rekomendasi
Gaya Hidup Sehat, Konsumen...
Gaya Hidup Sehat, Konsumen Perkotaan Kian Selektif Pilih Pangan Harian
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Liburan Terima Beres...
Liburan Terima Beres ke Jepang: Jelajah Fukuoka dan Oita yang Unik
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved