Perdagangan Global BRICS Tembus Rp64.768 Triliun, Melonjak Lebih Tujuh Kali Lipat

Minggu, 06 Juli 2025 - 20:36 WIB
loading...
A A A
Pertumbuhan perdagangan ini didorong oleh peningkatan transaksi antarnegara anggota BRICS, meskipun belum ada perjanjian perdagangan formal. Dalam beberapa tahun terakhir, laju perdagangan intra-BRICS tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan negara-negara non-anggota, memperlihatkan integrasi ekonomi yang kian kuat.

Perdagangan intra-BRICS yang berkembang juga memberi dampak positif bagi negara berkembang non-anggota, terutama dalam membangun rantai pasok yang saling melengkapi dan membuka jalan menuju keterlibatan lebih besar dalam rantai nilai global.

Tren ini turut mendorong lonjakan perdagangan antar negara berkembang atau perdagangan Selatan-Selatan. Data UNCTAD menunjukkan bahwa volume perdagangan Selatan-Selatan meningkat dari USD2,3 triliun pada 2007 menjadi USD5,6 triliun pada 2023. Ketergantungan terhadap mitra dagang tradisional pun terus berkurang.

Di sisi lain, peningkatan kerja sama di bidang investasi juga menjadi kekuatan utama BRICS. China tercatat sebagai salah satu dari tiga penerima investasi asing langsung (FDI) terbesar di dunia pada 2023, sementara Brasil dan India masing-masing menerima FDI sebesar USD130 miliar. BRICS kini menjadi motor utama pertumbuhan FDI di pasar negara berkembang.

Baca Juga: Negara Ini Akan Bagi-bagi Uang Tunai Besar-besaran kepada Rakyatnya

Arus investasi ke negara-negara BRICS meningkat dari USD84 miliar pada 2001 menjadi USD355 miliar pada 2021. Porsi BRICS dalam total FDI global pun melonjak dua kali lipat, dari 11 persen menjadi 22 persen, seiring dengan masuknya negara-negara seperti Indonesia, Vietnam, UEA, dan Arab Saudi yang juga menjadi destinasi FDI utama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Rekomendasi
Daftar Top Skor Piala...
Daftar Top Skor Piala Dunia 2026: Messi-Mbappe Berebut Sepatu Emas
Hadirkan Semangat Piala...
Hadirkan Semangat Piala Dunia 2026, Valvoline Mengapresiasi Penggemar Bola dan Mekanik
BPOLBF dan IN-FLORES...
BPOLBF dan IN-FLORES Rumuskan Masa Depan Ekowisata Labuan Bajo
Berita Terkini
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
Hadapi Dinamika Pasar...
Hadapi Dinamika Pasar Energi Global, PLN EPI Perkuat Kompetensi SDM
3 Cara Cek Emas Asli...
3 Cara Cek Emas Asli untuk Menghindari Kerugian Finansial
MNC Bank Gandeng MNC...
MNC Bank Gandeng MNC Sekuritas Dorong Literasi Keuangan Gen Z lewat Solusi Perbankan Digital
Beli Properti Lebih...
Beli Properti Lebih Ringan? KPR BRI Solusi Jawabannya!
Transformasi Digital...
Transformasi Digital dan HSSE Jadi Kunci Elnusa Petrofin Perkuat Rantai Pasok Energi
Infografis
Mengkonsumsi Mi Instan...
Mengkonsumsi Mi Instan Jangan Lebih 2 Kali dalam Sebulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved