KTT Tahunan BRICS Resmi Dimulai, Berikut 6 Poin Bahasannya
Senin, 07 Juli 2025 - 07:59 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan delegasi China akan dipimpin oleh Perdana Menteri Li Qiang, karena Presiden Xi Jinping tidak bisa hadir, untuk menjadi pertama kalinya dalam 12 tahun. Sebelumnya Xi Jinping tidak pernah absen dalam acara tahunan BRICS yang mempertemukan negara anggota, negara mitra, dan organisasi internasional.
Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi juga akan melewatkan acara tersebut. Sementara itu, Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa telah tiba, dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres diharapkan hadir.
Sebagai informasi, BRICS didirikan pada tahun 2009 oleh Brasil, Rusia, India, dan China, untuk kemudian Afrika Selatan bergabung pada tahun 2011. Selama tahun lalu, keanggotaan penuh diperluas ke Iran, Mesir, Ethiopia, UEA, dan Indonesia. Baca Juga: Uang Kertas BRICS Pecahan 200 Beredar Luas, Simbol atau Realita Ekonomi Baru?
Blok ini sekarang mewakili hampir setengah populasi global dan sekitar 40% dari PDB dunia dalam hal paritas daya beli, melampaui G7. Pada KTT tahun lalu di kota Kazan, Rusia, kelompok ini menyetujui status baru 'negara mitra' sebagai respons terhadap minat keanggotaan yang semakin meningkat, dimana ada lebih dari 30 negara.
Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi juga akan melewatkan acara tersebut. Sementara itu, Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa telah tiba, dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres diharapkan hadir.
Sebagai informasi, BRICS didirikan pada tahun 2009 oleh Brasil, Rusia, India, dan China, untuk kemudian Afrika Selatan bergabung pada tahun 2011. Selama tahun lalu, keanggotaan penuh diperluas ke Iran, Mesir, Ethiopia, UEA, dan Indonesia. Baca Juga: Uang Kertas BRICS Pecahan 200 Beredar Luas, Simbol atau Realita Ekonomi Baru?
Blok ini sekarang mewakili hampir setengah populasi global dan sekitar 40% dari PDB dunia dalam hal paritas daya beli, melampaui G7. Pada KTT tahun lalu di kota Kazan, Rusia, kelompok ini menyetujui status baru 'negara mitra' sebagai respons terhadap minat keanggotaan yang semakin meningkat, dimana ada lebih dari 30 negara.
(akr)
Lihat Juga :