Jamur Tiram Tak Terpengaruh Covid-19, Duta Petani Milenial Raup Puluhan Juta
Minggu, 03 Mei 2020 - 22:04 WIB
loading...
Petani milenial jamur tiram asal Huta Negeri Lawan I, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Usman Aziz. Foto/Dok.Kementerian Pertanian
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 tak berpengaruh banyak terhadap budidaya jamur tiram. Buktinya, petani jamur tiram dari Sumatra Utara mengalami peningkatan order. Terutama saat memasuki bulan puasa. Hal ini dialami petani milenial jamur tiram asal Huta Negeri Lawan I, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Usman Aziz.
Usman Aziz (24) adalah mahasiswa Semester 8 Program Studi Agribisnis di Universitas Simalungun. Usman juga salah satu pelopor Duta Petani Milenial tingkat nasional yang telah dikukuhkan Kepala Badan PPSDMP Kementan bersama 66 Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) lainnya.
Usaha budidaya jamur tiram didirikan Usman atas inisiatif sendiri. Ia melihat peluang usaha budidaya jamur tiram yang ternyata sangat menjanjikan di Pasar Sentral Kabupaten Simalungun maupun pasar di luar Simalungun.
Usman mengatakan disaat bisnis lain mengalami kolaps bahkan cenderung gulung tikar akibat resesi ekonomi, bisnis jamur tiram yang dia geluti justru banjir pesanan.
Menurutnya, harga jual jamur cenderung stabil, saat ini sekitar Rp20.000 per kilogram. Dan usaha jamurnya dapat menghasilkan untung mencapai Rp73,5 juta lebih per bulan. Tiap hari, ia bisa menjual minimal 50 kg jamur tiram atau sekitar 1.200 baglog jamur per hari. Selain itu, Usman juga menjual bibit jamur tiram.
"Situasi saat ini, saya justru bersyukur karena dampak pandemi Covid-19 tidak ada pengaruhnya pada usaha saya. Justru permintaan jamur tiram meningkat," katanya.
Usman Aziz (24) adalah mahasiswa Semester 8 Program Studi Agribisnis di Universitas Simalungun. Usman juga salah satu pelopor Duta Petani Milenial tingkat nasional yang telah dikukuhkan Kepala Badan PPSDMP Kementan bersama 66 Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) lainnya.
Usaha budidaya jamur tiram didirikan Usman atas inisiatif sendiri. Ia melihat peluang usaha budidaya jamur tiram yang ternyata sangat menjanjikan di Pasar Sentral Kabupaten Simalungun maupun pasar di luar Simalungun.
Usman mengatakan disaat bisnis lain mengalami kolaps bahkan cenderung gulung tikar akibat resesi ekonomi, bisnis jamur tiram yang dia geluti justru banjir pesanan.
Menurutnya, harga jual jamur cenderung stabil, saat ini sekitar Rp20.000 per kilogram. Dan usaha jamurnya dapat menghasilkan untung mencapai Rp73,5 juta lebih per bulan. Tiap hari, ia bisa menjual minimal 50 kg jamur tiram atau sekitar 1.200 baglog jamur per hari. Selain itu, Usman juga menjual bibit jamur tiram.
"Situasi saat ini, saya justru bersyukur karena dampak pandemi Covid-19 tidak ada pengaruhnya pada usaha saya. Justru permintaan jamur tiram meningkat," katanya.
Lihat Juga :