Trump Teken Surat Tarif Impor Baru ke 12 Negara, Indonesia Masuk Daftar?

Senin, 07 Juli 2025 - 16:29 WIB
loading...
Trump Teken Surat Tarif...
Presiden AS Donald Trump menyatakan telah menandatangani surat kepada 12 negara yang berisi rincian tarif baru atas produk-produk yang mereka ekspor ke AS. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan telah menandatangani surat kepada 12 negara yang berisi rincian tarif baru atas produk-produk yang mereka ekspor ke AS. Surat-surat tersebut, yang disebut sebagai penawaran "Take it or leave it" akan dikirim pada Senin (8/7).

Trump menyampaikan hal itu kepada wartawan saat dalam perjalanan menuju New Jersey menggunakan pesawat kepresidenan Air Force One, akhir pekan lalu. Ia menolak menyebutkan daftar negara yang dimaksud, dan mengatakan detilnya akan diumumkan pada hari pengiriman.

Sebelumnya, Trump sempat menyebut, gelombang pertama surat akan dikirim pada Jumat (5/7), namun dijadwalkan ulang karena bertepatan dengan hari libur nasional di AS, Hari Kemerdekaan.

Baca Juga: Trump Ancam Tambah Tarif 10% ke Negara Sekutu BRICS, Berlaku Mulai 9 Juli

Rencana tarif tersebut merupakan bagian dari kebijakan dagang baru AS yang diumumkan pada April lalu. Saat itu, Trump menetapkan tarif dasar sebesar 10% untuk hampir seluruh mitra dagang, disertai tambahan tarif yang bisa mencapai 50% bagi beberapa negara.

Kendati demikian, seluruh tarif tambahan di luar 10% tersebut sempat ditangguhkan selama 90 hari untuk memberi ruang negosiasi. Masa tenggang itu akan berakhir pada 9 Juli mendatang.

Trump mengisyaratkan bahwa tarif dapat dinaikkan lebih tinggi, bahkan hingga 70%, dengan sebagian besar kebijakan tarif baru mulai berlaku pada 1 Agustus.

"Saya menandatangani beberapa surat. Kemungkinan ada dua belas. Tarifnya berbeda-beda, tergantung jenis barang dan negaranya," ujar dia, dikutip dari Reuters, Senin (7/7).

Awalnya, Gedung Putih berencana menggelar negosiasi tarif dengan banyak negara. Namun, Trump mulai kecewa dengan lambatnya kemajuan perundingan, khususnya dengan mitra utama seperti Jepang dan Uni Eropa.

"Surat itu lebih baik, jauh lebih mudah dikirim," kata Trump saat ditanya soal pendekatan baru pemerintahannya dalam menghadapi kebuntuan dagang.

Baca Juga: Trump Ancam Mitra BRICS karena Anti-Amerika, Indonesia Jadi Target?

Trump tidak menjelaskan apakah perjanjian dagang besar bisa tercapai sebelum tenggat 9 Juli. Sementara itu, para diplomat Eropa mengaku tidak berhasil menciptakan terobosan dalam pembicaraan perdagangan dan kini mempertimbangkan mempertahankan status quo untuk menghindari lonjakan tarif.

Gedung Putih menghadapi tantangan besar dalam menuntaskan kesepakatan dagang, terutama yang mencakup hambatan non-tarif seperti larangan impor pertanian. Sebagian besar perjanjian semacam itu di masa lalu memerlukan waktu bertahun-tahun.

Hingga kini, hanya dua negara yang telah mencapai kesepakatan dengan AS, yakni Inggris dan Vietnam. Inggris mempertahankan tarif dasar 10 persen dan memperoleh perlakuan khusus untuk sektor otomotif dan mesin pesawat. Sementara Vietnam menyepakati penurunan tarif dari ancaman 46 persen menjadi 20 persen, dengan imbalan produk-produk AS dibebaskan dari bea masuk.

Negara seperti India belum berhasil mencapai kesepakatan, sementara posisi Indonesia masih belum jelas apakah termasuk dalam daftar penerima surat tarif dari Gedung Putih atau tidak. Pemerintah Indonesia belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait hal ini.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Rekomendasi
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Ujian Tahun Pertama...
Ujian Tahun Pertama Kepengurusan AMKI, Mencari Bentuk di Tengah Industri Media
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved