Kreatif, Warga Kampung Ikan Asap Olah Limbah Jelantah Jadi Aneka Produk
Rabu, 09 September 2020 - 15:30 WIB
loading...
Pelatihan pengolahan minyak jelantah kerja sama PT Pertamina Gas EJA dan Akademi Minim Sampah di Sidoarjo, Selasa (8/9/2020). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Berangkat dari kendala mengelola limbah minyak jelantah sisa produksi Resto Seba dan rumah tangga di Kampung Ikan Asap, PT Pertamina Gas Operation East Java merespons dan mengenalkan konsep zero waste dengan menggelar pelatihan pengolahan limbah minyak jelantah menjadi produk bermanfaat di kampung binaan Pertagas ini.
Selain melibatkan kelompok Resto, Pertagas juga menggandeng Kader PKK Desa Penatarsewu dan Desa Kalitengah, Kec Tanggulangin, Sidoarjo. Pelatihan pengelolaan minyak jelantah menjadi produk bermanfaat seperti sabun dan lilin ini dilakukan bekerja sama dengan Akademi Minim Sampah, Sidoarjo.
(Baca Juga: Hasil Panen Ajib, Gapoktan Saluyu Binaan Pertagas Genjot Produksi Pupuk Organik)
Minyak jelantah merupakan minyak bekas pakai dalam rumah tangga, restoran dan lain lain. Minyak ini meliputi minyak sawit dan segala minyak goreng lainnya. Dari komposisi kimianya, minyak jelantah mengandung senyawa-senyawa bersifat karsinogenik yang terjadi selama proses penggorengan. Jadi pemakaian minyak jelantah yang dipakai berkali-kali, dapat merusak kesehatan tubuh.
Ketua PKK Desa Penatarsewu Nurul Huda menuturkan, selama ini ibu-ibu di Desa Penatarsewu tidak pernah menyimpan minyak goreng setelah beberapa kali dipakai. Namun, mereka belum mengetahui jika limbah jelantah ini bisa dimanfaatkan kembali.
"Di sini kami terbiasa membuang atau diserahkan ke penampung jika minyak goreng sudah beberapa kali dipakai. Dengan adanya pelatihan mengolah jelantah ini, diharapkan kami bisa memanfaatkan puluhan liter minyak menjadi sabun detergen atau cuci tangan," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (9/9/2020).
Sementara di Desa Kalitengah, ibu-ibu di desa yang berdekatan dengan kawasan Lumpur Sidoarjo ini mengaku biasa memanfaatkan jelantah untuk menambah penghasilan. "Kami biasa mengumpulkan jelantah dari beberapa RT, lalu dijual ke pabrik untuk dimanfaatkan sebagai biodiesel melalui pengepul. Hasil penjualan dimanfaatkan untuk kas PKK," ujar perwakilan PKK Desa Kalitengah Iftatus Solichah.
Selain melibatkan kelompok Resto, Pertagas juga menggandeng Kader PKK Desa Penatarsewu dan Desa Kalitengah, Kec Tanggulangin, Sidoarjo. Pelatihan pengelolaan minyak jelantah menjadi produk bermanfaat seperti sabun dan lilin ini dilakukan bekerja sama dengan Akademi Minim Sampah, Sidoarjo.
(Baca Juga: Hasil Panen Ajib, Gapoktan Saluyu Binaan Pertagas Genjot Produksi Pupuk Organik)
Minyak jelantah merupakan minyak bekas pakai dalam rumah tangga, restoran dan lain lain. Minyak ini meliputi minyak sawit dan segala minyak goreng lainnya. Dari komposisi kimianya, minyak jelantah mengandung senyawa-senyawa bersifat karsinogenik yang terjadi selama proses penggorengan. Jadi pemakaian minyak jelantah yang dipakai berkali-kali, dapat merusak kesehatan tubuh.
Ketua PKK Desa Penatarsewu Nurul Huda menuturkan, selama ini ibu-ibu di Desa Penatarsewu tidak pernah menyimpan minyak goreng setelah beberapa kali dipakai. Namun, mereka belum mengetahui jika limbah jelantah ini bisa dimanfaatkan kembali.
"Di sini kami terbiasa membuang atau diserahkan ke penampung jika minyak goreng sudah beberapa kali dipakai. Dengan adanya pelatihan mengolah jelantah ini, diharapkan kami bisa memanfaatkan puluhan liter minyak menjadi sabun detergen atau cuci tangan," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (9/9/2020).
Sementara di Desa Kalitengah, ibu-ibu di desa yang berdekatan dengan kawasan Lumpur Sidoarjo ini mengaku biasa memanfaatkan jelantah untuk menambah penghasilan. "Kami biasa mengumpulkan jelantah dari beberapa RT, lalu dijual ke pabrik untuk dimanfaatkan sebagai biodiesel melalui pengepul. Hasil penjualan dimanfaatkan untuk kas PKK," ujar perwakilan PKK Desa Kalitengah Iftatus Solichah.
Lihat Juga :