Komisi VII DPR Dorong KEK Industropolis Batang Jadi Motor Hilirisasi Industri Nasional
Sabtu, 12 Juli 2025 - 16:44 WIB
loading...
Komisi VII DPR RI dalam kunjungan kerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (11/7). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Komisi VII DPR RI mendorong Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang menjadi motor hilirisasi industri nasional. Dukungan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Ketua Tim Kunjungan Komisi VII DPR RI, Erna Sari Dewi, mengapresiasi kesiapan KEK Industropolis Batang dalam mendukung penguatan sektor manufaktur dan peningkatan nilai tambah industri nasional. Ia menyebut kawasan tersebut sebagai contoh kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku industri dalam mendorong hilirisasi.
"Kesiapan kawasan ini terlihat dari infrastruktur yang lengkap dan semangat gotong royong yang kuat. Kami berharap pelibatan masyarakat lokal terus diperkuat agar manfaat pembangunan dirasakan secara langsung oleh warga sekitar," kata Erna dalam pernyataannya, Sabtu (12/7).
Baca Juga: Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang Magnet Baru Investasi Global
Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Ngurah Wirawan, menjelaskan kawasan seluas 4.300 hektare itu dibangun sebagai ekosistem industri yang terintegrasi, bukan sekadar lokasi pabrik. Tujuannya adalah menciptakan ruang usaha yang berkelanjutan dan mendorong pertumbuhan industri masa depan.
"KEK Industropolis Batang kami desain sebagai pusat pertumbuhan industri berbasis hilirisasi. Investor tidak hanya mendapat fasilitas perizinan dan infrastruktur, tetapi juga jaminan keberlanjutan usaha. Ini adalah kawasan yang efisien dan inklusif," ujarnya.
Anggota Komisi VII DPR RI, Dina Lorenza Audria, turut menyampaikan kesan positifnya terhadap kemajuan kawasan tersebut. Menurut dia, berbagai fasilitas seperti lahan industri, infrastruktur, dan layanan terpadu sudah memadai untuk mendukung kegiatan industri secara menyeluruh.
"Kami mendorong agar pemberdayaan masyarakat sekitar terus ditingkatkan agar pertumbuhan kawasan juga memperkuat perekonomian lokal," ujar Dina.
Anggota Komisi VII lainnya, Novita Hardini, menilai KEK Batang memiliki daya saing tinggi di tengah tantangan global. Ia menyebut kawasan ini sebagai simbol optimisme dan kepastian bagi investor dalam membangun industri dari hulu ke hilir.
"Di tengah ketidakpastian geopolitik, kawasan ini menghadirkan stabilitas dan efisiensi. Semua rantai pasok sudah terintegrasi, menjadikan Indonesia semakin siap bersaing di pasar global," ujar Novita.
Anggota Komisi VII Yoyok Riyo Sudibyo, yang juga mantan Bupati Batang, mengungkapkan kebanggaannya atas kemajuan daerah yang pernah ia pimpin. Ia menilai KEK Batang menjadi tonggak penting dalam transformasi ekonomi wilayah.
"Batang kini tampil sebagai pusat industri nasional. Potensi daerah benar-benar terwujud. Ini capaian besar yang harus terus dijaga agar manfaatnya berkelanjutan," tuturnya.
Baca Juga: Serap 58.145 Tenaga Kerja, KEK Industropolis Batang Diresmikan Prabowo Hari Ini
Hingga pertengahan 2025, KEK Industropolis Batang telah menarik 31 tenant dari berbagai sektor industri. Kawasan ini dinilai sebagai penggerak utama transformasi ekonomi berbasis hilirisasi dan nilai tambah tinggi.
Kunjungan kerja Komisi VII DPR ini sekaligus memperkuat komitmen legislatif untuk mendorong pengembangan kawasan industri yang berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci sukses pertumbuhan yang inklusif.
KEK Industropolis Batang digadang-gadang menjadi poros kemajuan industri nasional yang mampu menjembatani ambisi pembangunan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ketua Tim Kunjungan Komisi VII DPR RI, Erna Sari Dewi, mengapresiasi kesiapan KEK Industropolis Batang dalam mendukung penguatan sektor manufaktur dan peningkatan nilai tambah industri nasional. Ia menyebut kawasan tersebut sebagai contoh kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku industri dalam mendorong hilirisasi.
"Kesiapan kawasan ini terlihat dari infrastruktur yang lengkap dan semangat gotong royong yang kuat. Kami berharap pelibatan masyarakat lokal terus diperkuat agar manfaat pembangunan dirasakan secara langsung oleh warga sekitar," kata Erna dalam pernyataannya, Sabtu (12/7).
Baca Juga: Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang Magnet Baru Investasi Global
Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Ngurah Wirawan, menjelaskan kawasan seluas 4.300 hektare itu dibangun sebagai ekosistem industri yang terintegrasi, bukan sekadar lokasi pabrik. Tujuannya adalah menciptakan ruang usaha yang berkelanjutan dan mendorong pertumbuhan industri masa depan.
"KEK Industropolis Batang kami desain sebagai pusat pertumbuhan industri berbasis hilirisasi. Investor tidak hanya mendapat fasilitas perizinan dan infrastruktur, tetapi juga jaminan keberlanjutan usaha. Ini adalah kawasan yang efisien dan inklusif," ujarnya.
Anggota Komisi VII DPR RI, Dina Lorenza Audria, turut menyampaikan kesan positifnya terhadap kemajuan kawasan tersebut. Menurut dia, berbagai fasilitas seperti lahan industri, infrastruktur, dan layanan terpadu sudah memadai untuk mendukung kegiatan industri secara menyeluruh.
"Kami mendorong agar pemberdayaan masyarakat sekitar terus ditingkatkan agar pertumbuhan kawasan juga memperkuat perekonomian lokal," ujar Dina.
Anggota Komisi VII lainnya, Novita Hardini, menilai KEK Batang memiliki daya saing tinggi di tengah tantangan global. Ia menyebut kawasan ini sebagai simbol optimisme dan kepastian bagi investor dalam membangun industri dari hulu ke hilir.
"Di tengah ketidakpastian geopolitik, kawasan ini menghadirkan stabilitas dan efisiensi. Semua rantai pasok sudah terintegrasi, menjadikan Indonesia semakin siap bersaing di pasar global," ujar Novita.
Anggota Komisi VII Yoyok Riyo Sudibyo, yang juga mantan Bupati Batang, mengungkapkan kebanggaannya atas kemajuan daerah yang pernah ia pimpin. Ia menilai KEK Batang menjadi tonggak penting dalam transformasi ekonomi wilayah.
"Batang kini tampil sebagai pusat industri nasional. Potensi daerah benar-benar terwujud. Ini capaian besar yang harus terus dijaga agar manfaatnya berkelanjutan," tuturnya.
Baca Juga: Serap 58.145 Tenaga Kerja, KEK Industropolis Batang Diresmikan Prabowo Hari Ini
Hingga pertengahan 2025, KEK Industropolis Batang telah menarik 31 tenant dari berbagai sektor industri. Kawasan ini dinilai sebagai penggerak utama transformasi ekonomi berbasis hilirisasi dan nilai tambah tinggi.
Kunjungan kerja Komisi VII DPR ini sekaligus memperkuat komitmen legislatif untuk mendorong pengembangan kawasan industri yang berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci sukses pertumbuhan yang inklusif.
KEK Industropolis Batang digadang-gadang menjadi poros kemajuan industri nasional yang mampu menjembatani ambisi pembangunan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
(nng)
Lihat Juga :