Perkuat Kerja Sama Strategis, Krakatau Steel Siap Ekspor 10.000 Ton Baja ke AS
Minggu, 13 Juli 2025 - 12:52 WIB
loading...
A
A
A
Kepemilikan mayoritas oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara Indonesia (BPI Danantara Indonesia) juga disebut memberi dorongan signifikan terhadap percepatan restrukturisasi Krakatau Steel.
"Setelah seluruh BUMN bergabung di bawah BPI Danantara Indonesia, Krakatau Steel mengalami perubahan signifikan, terutama dalam hal leverage investasi dan percepatan birokrasi," tambah Akbar.
Akbar juga menekankan pentingnya efisiensi dalam pengadaan (procurement) dan produksi. Dengan reaktivasi pabrik Hot Strip Mill 1, Krakatau Steel kini berfokus pada optimalisasi produksi baja berkualitas tinggi guna mendukung proyek-proyek strategis nasional.
Ia menambahkan bahwa Krakatau Steel berkomitmen menjadi tulang punggung industri baja nasional. Penyerapan produk baja domestik dalam proyek strategis akan memperkuat perekonomian nasional dan meningkatkan daya saing industri dalam negeri.
Akbar turut mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat perlindungan industri nasional melalui kebijakan safeguard, antidumping, dan regulasi yang mendukung keberlanjutan industri baja Indonesia. “Mari rapatkan barisan. Jangan ragu memperketat proteksi demi memperkuat industri baja nasional,” tegasnya.
"Setelah seluruh BUMN bergabung di bawah BPI Danantara Indonesia, Krakatau Steel mengalami perubahan signifikan, terutama dalam hal leverage investasi dan percepatan birokrasi," tambah Akbar.
Akbar juga menekankan pentingnya efisiensi dalam pengadaan (procurement) dan produksi. Dengan reaktivasi pabrik Hot Strip Mill 1, Krakatau Steel kini berfokus pada optimalisasi produksi baja berkualitas tinggi guna mendukung proyek-proyek strategis nasional.
Ia menambahkan bahwa Krakatau Steel berkomitmen menjadi tulang punggung industri baja nasional. Penyerapan produk baja domestik dalam proyek strategis akan memperkuat perekonomian nasional dan meningkatkan daya saing industri dalam negeri.
Akbar turut mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat perlindungan industri nasional melalui kebijakan safeguard, antidumping, dan regulasi yang mendukung keberlanjutan industri baja Indonesia. “Mari rapatkan barisan. Jangan ragu memperketat proteksi demi memperkuat industri baja nasional,” tegasnya.
Lihat Juga :