Sinergi 3 Kementerian dan Industri Tembus Ekspor Produk Telur ke Persatuan Emirat Arab
Kamis, 17 Juli 2025 - 18:51 WIB
loading...
Sinergi tiga kementerian dan industri melakukan ekspor produk telur ke Persatuan Emirat Arab (PEA). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Indonesia berhasil menembus pasar Uni Emirat Arab (UEA) dengan ekspor produk telur dan unggas bernilai miliaran rupiah. Pencapaian ini merupakan hasil sinergi Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Pertanian dalam mengimplementasikan perjanjian Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).
Proses ekspor dimulai sejak 2023 ketika delegasi Ministry of Climate Change and Environment (MOCCAE) UEA mengunjungi Indonesia untuk verifikasi langsung fasilitas peternakan. Setelah melalui negosiasi intensif, UEA menyetujui ekspor produk unggas Indonesia yang memenuhi standar kesehatan dan bebas flu burung.
"Kerja sama ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam membuka pasar ekspor baru," ujar Duta Besar Indonesia untuk UEA, Husin Bagis, dalam keterangan tertulis, Kamis (17/7). Proses ini melibatkan pengakuan Veterinary Health Certificate (VHC) oleh otoritas UEA.
Baca Juga: Iran Masuk 10 Besar Produsen Baja Terbesar di Dunia, Produksi Tembus 14 Juta Ton dalam 5 Bulan
Indonesia tahun lalu mulai mengekspor telur tetas (HE) dan DOC (Day Old Chick) ke UEA. Tahun ini, produk telur konsumsi (Table Eggs) dan olahan unggas (chicken nugget) resmi masuk pasar UEA dengan nilai signifikan.
![Sinergi 3 Kementerian dan Industri Tembus Ekspor Produk Telur ke Persatuan Emirat Arab]()
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk menjadi pelopor dengan ekspor perdana 460.800 butir telur tetas senilai Rp2,2 miliar. Sementara PT Charoen Pokphand mengekspor telur ayam tetas senilai USD99.771. Pencapaian terbaru adalah ekspor perdana chicken nugget oleh PT Malindo Food Delight ke Lulu Hypermarket UEA pada 14 Juli 2025, diresmikan oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Agung Suganda.
"Keberhasilan ini membuktikan kualitas produk unggas Indonesia mampu bersaing di pasar global," tegas Agung Suganda.
Baca Juga: LPEI Salurkan Pembiayaan Ekspor Melalui Skema PKE Rp26 Triliun hingga Juni 2025
UEA menjadi pasar kelima untuk produk unggas Indonesia setelah Jepang, Singapura, Myanmar, dan Brunei. Pencapaian ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pasar internasional terhadap produk pangan Indonesia. Untuk memperluas jaringan bisnis, Dubes Husin Bagis mengajak eksportir dan importir UEA berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 pada 15-19 Oktober di BSD City.
Proses ekspor dimulai sejak 2023 ketika delegasi Ministry of Climate Change and Environment (MOCCAE) UEA mengunjungi Indonesia untuk verifikasi langsung fasilitas peternakan. Setelah melalui negosiasi intensif, UEA menyetujui ekspor produk unggas Indonesia yang memenuhi standar kesehatan dan bebas flu burung.
"Kerja sama ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam membuka pasar ekspor baru," ujar Duta Besar Indonesia untuk UEA, Husin Bagis, dalam keterangan tertulis, Kamis (17/7). Proses ini melibatkan pengakuan Veterinary Health Certificate (VHC) oleh otoritas UEA.
Baca Juga: Iran Masuk 10 Besar Produsen Baja Terbesar di Dunia, Produksi Tembus 14 Juta Ton dalam 5 Bulan
Indonesia tahun lalu mulai mengekspor telur tetas (HE) dan DOC (Day Old Chick) ke UEA. Tahun ini, produk telur konsumsi (Table Eggs) dan olahan unggas (chicken nugget) resmi masuk pasar UEA dengan nilai signifikan.

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk menjadi pelopor dengan ekspor perdana 460.800 butir telur tetas senilai Rp2,2 miliar. Sementara PT Charoen Pokphand mengekspor telur ayam tetas senilai USD99.771. Pencapaian terbaru adalah ekspor perdana chicken nugget oleh PT Malindo Food Delight ke Lulu Hypermarket UEA pada 14 Juli 2025, diresmikan oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Agung Suganda.
"Keberhasilan ini membuktikan kualitas produk unggas Indonesia mampu bersaing di pasar global," tegas Agung Suganda.
Baca Juga: LPEI Salurkan Pembiayaan Ekspor Melalui Skema PKE Rp26 Triliun hingga Juni 2025
UEA menjadi pasar kelima untuk produk unggas Indonesia setelah Jepang, Singapura, Myanmar, dan Brunei. Pencapaian ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pasar internasional terhadap produk pangan Indonesia. Untuk memperluas jaringan bisnis, Dubes Husin Bagis mengajak eksportir dan importir UEA berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 pada 15-19 Oktober di BSD City.
(nng)
Lihat Juga :