PTKS 2025 Dorong Transformasi Teknologi Sawit Berkelanjutan

Jum'at, 18 Juli 2025 - 21:49 WIB
loading...
PTKS 2025 Dorong Transformasi...
Pertemuan Teknis Kelapa Sawit (PTKS) ke-9 di The Alana Hotel & Convention Center, Yogyakarta. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Industri kelapa sawit di Indonesia menjadi salah satu pilar utama perekonomian nasional, berkontribusi signifikan dalam penghasil devisa, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan wilayah. Namun, tantangan besar seperti isu keberlanjutan lingkungan, efisiensi produksi, dan transparansi tata kelola masih mengemuka. Untuk mengatasi hal ini, riset dan inovasi menjadi kunci utama.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dr. Iman Yani Harahap, Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara, saat membuka Pertemuan Teknis Kelapa Sawit (PTKS) ke-9 di Yogyakarta, baru-baru ini. Kegiatan dua tahunan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan peneliti, praktisi, akademisi, pelaku usaha, pemerintah, dan sektor keuangan untuk mendorong masa depan industri kelapa sawit yang berdaya saing dan ramah lingkungan.

"Di era yang penuh perubahan ini, hanya bangsa yang mampu berinovasi dan mengembangkan pengetahuan yang akan bertahan dan memimpin. Oleh karena itu, PTKS 2025 mengangkat tema ‘Transformasi Teknologi dan Inovasi untuk Kelapa Sawit Berkelanjutan’," ungkap Iman.

Baca Juga: GAPKI Kolaborasi Perkuat Riset dan Komunikasi Global Industri Sawit

Iman menekankan pentingnya diseminasi hasil riset agar inovasi yang dihasilkan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh pelaku industri, petani, dan masyarakat luas. “Riset tidak hanya berhenti pada penemuan di laboratorium, tetapi harus diimplementasikan di lapangan,” tambahnya.

Forum PTKS ini menjadi salah satu bentuk nyata diseminasi riset yang strategis. Melalui seminar, diskusi panel, pameran teknologi, dan klinik sawit, hasil-hasil riset dapat dipertemukan langsung dengan kebutuhan industri dan stakeholder lainnya. "Inilah ekosistem yang harus terus kita perkuat: sinergi antara peneliti, pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat," jelasnya.

Iman mengajak semua pihak untuk menjadikan forum ini sebagai momentum membangun budaya riset yang lebih kuat, kolaboratif, dan aplikatif. "Mari kita identifikasi tantangan nyata di lapangan dan merumuskan agenda riset yang relevan," ajaknya.

PTKS 2025 mencatat partisipasi 730 peserta dari 224 perusahaan dan institusi, serta menghadirkan 36 narasumber dari berbagai bidang keahlian. Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Aset Holding PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Agung Setya Imam Effendi, yang mewakili Direktur Utama.

Sesi dilanjutkan dengan keynote speech oleh Direktur PT Perkebunan Nusantara IV (PalmCo), Jatmiko K. Santosa, yang menekankan pentingnya inovasi sebagai fondasi keberlanjutan industri. Rangkaian seminar dan talkshow menghadirkan berbagai inovasi mutakhir, seperti teknologi digitalisasi kebun berbasis Internet of Things (IoT) dan pemupukan berbasis drone.

Baca Juga: Ekspor Sawit Indonesia Sumbang Lebih dari Rp480 Triliun per Tahun

Sebagai bagian integral dari kegiatan ini, PTKS 2025 juga menyelenggarakan Pameran Teknologi dan Inovasi yang menampilkan 33 booth perusahaan lokal dan internasional. Salah satu sorotan adalah “Klinik Sawit”, layanan konsultasi gratis yang menghadirkan pakar-pakar untuk membantu menjawab permasalahan teknis lapangan.

Pada kesempatan yang sama, PT RPN meluncurkan tiga inovasi digital unggulan, yaitu teknologi prediksi hara cepat e-Hara, asisten cerdas petani sawit OPA, dan sistem monitoring iklim NusaKlim. Kepala PPKS, Dr. Winarna, berharap PTKS 2025 menjadi ajang berbagi pengetahuan dan membangun jejaring antar pemangku kepentingan. "Setiap gagasan yang lahir dalam forum ini akan menjadi kontribusi nyata bagi kemajuan industri kelapa sawit Indonesia ke depan," pungkas Winarna.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
Rekomendasi
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Menyambut Tahun Ajaran...
Menyambut Tahun Ajaran Baru dengan Senyuman dan Solusi Finansial BRI Multiguna
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Infografis
Kaleidoskop 2025: 13...
Kaleidoskop 2025: 13 Negara yang Terlibat Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved