Dukung Komisi 20%, Komunitas Ojol: Jangan Rusak Sistem yang Sudah Berjalan
Sabtu, 19 Juli 2025 - 12:25 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Komunitas Driver Online Shelter Grab MBH Chris menambahkan perubahan mendadak dalam struktur pendapatan bisa berdampak serius terhadap psikologi kerja mitra di lapangan. Ia menekankan bahwa mitra lebih membutuhkan kepastian daripada kebijakan populis yang bisa mengganggu ekosistem.
“Kalau sistem promo hilang, bonus dikurangi, atau bantuan darurat dihentikan karena aplikasi kekurangan anggaran, siapa yang rugi? Kami juga. Jadi tolong jangan buat keputusan hanya karena tekanan politik sesaat,” ujarnya. Baca juga: Sopir Truk ODOL Bisa Kena Pungli Sampai Rp150 Juta, Apa yang Dilakukan Pemerintah?
Dengan semua alasan tersebut, para komunitas menekankan bahwa mereka tidak menolak perubahan, tetapi perubahan harus didasarkan pada kajian yang komprehensif, melibatkan mitra aktif, dan berpihak pada keberlangsungan ekosistem digital yang sudah terbukti menopang jutaan pekerja informal di Indonesia. Mereka siap berdialog.
”Tapi tolong jangan ganggu sistem yang sudah stabil. Kami ingin cari nafkah dengan tenang, bukan sibuk menyesuaikan diri dengan kebijakan yang dibuat dari ruang rapat tanpa mendengar suara kami yang bekerja di jalan setiap hari,” pungkas pernyataan para komunitas. Oleh karenanya, komunitas-komunitas ini memutuskan untuk tidak turun ke jalan 21 Juli 2025 karena tidak sepaham dengan hati nurani mereka.
“Kalau sistem promo hilang, bonus dikurangi, atau bantuan darurat dihentikan karena aplikasi kekurangan anggaran, siapa yang rugi? Kami juga. Jadi tolong jangan buat keputusan hanya karena tekanan politik sesaat,” ujarnya. Baca juga: Sopir Truk ODOL Bisa Kena Pungli Sampai Rp150 Juta, Apa yang Dilakukan Pemerintah?
Dengan semua alasan tersebut, para komunitas menekankan bahwa mereka tidak menolak perubahan, tetapi perubahan harus didasarkan pada kajian yang komprehensif, melibatkan mitra aktif, dan berpihak pada keberlangsungan ekosistem digital yang sudah terbukti menopang jutaan pekerja informal di Indonesia. Mereka siap berdialog.
”Tapi tolong jangan ganggu sistem yang sudah stabil. Kami ingin cari nafkah dengan tenang, bukan sibuk menyesuaikan diri dengan kebijakan yang dibuat dari ruang rapat tanpa mendengar suara kami yang bekerja di jalan setiap hari,” pungkas pernyataan para komunitas. Oleh karenanya, komunitas-komunitas ini memutuskan untuk tidak turun ke jalan 21 Juli 2025 karena tidak sepaham dengan hati nurani mereka.
(poe)
Lihat Juga :