Deal dengan AS, Ekspor Magnet Ajaib China Melejit

Minggu, 20 Juli 2025 - 22:00 WIB
loading...
A A A
Ekspor magnet tanah jarang China ke AS juga mengalami penurunan tajam pada bulan Juni, yakni 52% secara tahunan menjadi sekitar 353 ribu kilogram. Meskipun penurunan ini masih signifikan, angkanya menunjukkan perbaikan dibandingkan penurunan 93% pada bulan Mei. Ketegangan dagang yang memuncak pada awal April lalu membuat Beijing mewajibkan lisensi ekspor untuk logam tanah jarang tertentu, seperti dysprosium dan terbium.

Setelah gencatan senjata dagang di Jenewa pada pertengahan Mei, Beijing menjanjikan pelonggaran ekspor magnet tanah jarang. Namun, pelaku industri Barat mengeluhkan pasokan magnet yang masih minim dan prosedur perizinan yang lama dari otoritas China. Pengajuan izin ekspor bahan baku tanah jarang untuk pembuatan magnet pun sangat jarang disetujui.

Pemerintah China meningkatkan pengawasan domestik untuk mencegah penyelundupan material tanah jarang. Kementerian Perdagangan China meminta perusahaan tanah jarang di negaranya untuk memberikan data lengkap mengenai karyawan dengan keahlian teknis serta latar belakang riset guna mencegah pembocoran rahasia dagang. Agensi intelijen China juga dilibatkan dalam pengawasan ini.

Baca Juga: Pria Ini Bisniskan Kepala Botaknya, Pasang Iklan di Jidat Harganya Rp9,4 Juta

Kementerian Keamanan Negara China dalam unggahan media sosial menuduh intelijen asing dari negara yang tidak disebutkan melakukan pencurian material tanah jarang terbatas. Menanggapi pembatasan ekspor yang mungkin berlangsung lama, beberapa produsen Barat menyiapkan strategi untuk menghadapi kekurangan magnet yang dapat memengaruhi produksi mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Rekomendasi
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan...
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan atas Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah dari Polri ke Kejagung
Mendagri: Kades Harus...
Mendagri: Kades Harus Naik Kelas agar Desa Mandiri dan Bendung Urbanisasi
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved