Komunitas Ojol Anggap Potongan Komisi Sekarang Masih Wajar, Ini Alasannya

Senin, 21 Juli 2025 - 13:06 WIB
loading...
Komunitas Ojol Anggap...
Asosiasi pengemudi ojol Garda Indonesia merokemandasikan lima tuntutan kepada pemerintah, salah satunya penurunan potongan komisi bagi pengemudi ojol. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Asosiasi pengemudi ojek online (ojol) Garda Indonesia merokemandasikan lima tuntutan kepada pemerintah, salah satunya penurunan potongan komisi bagi pengemudi ojol. Aksi ini dilakukan hanya empat hari setelah komunitas pengemudi ojol dari Unit Reaksi Cepat (URC) menggelar demonstrasi di Jakarta pada 17 Juli lalu.

Dalam aksi tersebut, URC menyampaikan tiga tuntutan yang dikenal sebagai Tritura URC atau Tiga Tuntutan Rakyat Aspal, di mana salah satu tuntutan utama mereka adalah menolak potongan komisi 10 persen dari aplikator.

Jenderal Lapangan URC Bergerak, Achsanul Solihin, menjelaskan bahwa penolakan terhadap potongan komisi 10 persen didasarkan pada anggapan bahwa skema potongan komisi yang berlaku saat ini, yaitu sebesar 20 persen, masih dianggap wajar, dan saling menguntungkan.

"Kami bukan karyawan, kami adalah mitra yang bebas mengatur jam kerja. Menjadi pekerja tetap berarti kehilangan kebebasan itu. Kami juga mendesak Presiden Prabowo untuk menerbitkan Perppu khusus untuk ojol, agar ada payung hukum yang jelas bagi pengemudi," ungkap Achsanul dalam pernyataannya, Senin (21/7).

Baca Juga: Hari Ini Ojol Demo Besar-besaran di Monas, Ini Tuntutannya

Selain menolak potongan komisi 10 persen, URC juga menolak status pengemudi ojol sebagai pekerja tetap dan mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menerbitkan Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perppu) yang khusus mengatur tentang ojol.

Pengemudi ojek online, taksi online, dan kurir daring hari ini kembali menggelar demonstrasi di depan Istana Negara Jakarta. Diperkirakan sekitar 50 ribu mitra akan berpartisipasi dalam aksi ini untuk menyampaikan tuntutan mereka sambil melakukan mogok massal atau offbid.

"Aksi ini merupakan bentuk akumulasi kekecewaan para pengemudi online dan kurir atas ketidakresponsifan pemerintah yang membiarkan persoalan tuntutan sebelumnya berlarut-larut, bahkan membuat keputusan kontra produktif seperti menaikkan tarif ojol hingga 15 persen," ujar Igun Wicaksono, Ketua Umum Garda Indonesia, dalam siaran persnya.

Baca Juga: Kemenhub: Kenaikan Tarif Ojol 15% Belum Final

Lima tuntutan dalam Aksi 217, di antaranya negara menghadirkan UU atau Perppu Transportasi Online, pembagian komisi driver 90 persen dan aplikator 10 persen, aturan tarif khusus antar barang dan makanan, audit investigatif terhadap aplikator, serta penghapusan sistem kerja seperti aceng, slot, hub, multi order, dan pengkotak-kotakan.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
Efek Komisi Turun Gerus...
Efek Komisi Turun Gerus Pendapatan Aplikator Ojol, Ini Penyelamatnya
Grab Indonesia Tutup...
Grab Indonesia Tutup Program Langganan Akses Hemat untuk Driver GrabBike
Prabowo Pangkas Komisi...
Prabowo Pangkas Komisi Aplikator Jadi 8%, Ojol Minta Implementasi Dikawal
Potongan Aplikator Ojol...
Potongan Aplikator Ojol Turun Jadi 8%, Ini Kata Grab dan Goto
Danantara Sudah Pegang...
Danantara Sudah Pegang Saham Aplikator Ojol, Targetkan Potongan Aplikasi 8%
Pengamat Soroti Dukungan...
Pengamat Soroti Dukungan Sejumlah Driver Ojol untuk Nadiem di Sidang Korupsi Chromebook
Aksi Ojol Forkot Warnai...
Aksi Ojol Forkot Warnai Kawasan Medan Merdeka Selatan
Potongan Ojol 8% Terendah...
Potongan Ojol 8% Terendah di Dunia: Bikin Investor Digital Ketar-Ketir
Rekomendasi
Salah Umumkan Ayah Messi...
Salah Umumkan Ayah Messi Meninggal, Presenter Argentina Mundur
Saudari Cristiano Ronaldo...
Saudari Cristiano Ronaldo Ngamuk usai Portugal Ditahan Kongo, Bruno Fernandes Ikut Disindir
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
Berita Terkini
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved