Aksi China Buang Dolar Terus Berlanjut, Sepanjang April Lepas Obligasi AS Rp133 Triliun

Rabu, 23 Juli 2025 - 15:24 WIB
loading...
A A A
Aksi jual ini muncul tak lama setelah Presiden AS Donald Trump kembali memberlakukan tarif besar terhadap sejumlah negara pada awal April. Kebijakan proteksionis itu diyakini menjadi pemicu langkah balasan dari China dan negara BRICS lainnya dalam bentuk pelepasan surat utang AS.

Data Departemen Keuangan AS menunjukkan, kepemilikan surat utang AS oleh China pada April 2025 turun menjadi USD757 miliar. Padahal pada tahun fiskal 2012–2013, angkanya sempat mencapai USD1.350 miliar. Dalam kurun 13 tahun, terjadi penurunan drastis sebesar 44%.

Pelepasan besar surat utang dalam skala besar, posisi China sebagai pemegang utang AS kini berada di urutan ketiga, di bawah Jepang dan Inggris. Jika tren ini berlanjut dan diikuti negara berkembang lainnya, AS bisa menghadapi tantangan besar dalam pembiayaan defisit fiskalnya.

Langkah China ini bukan hanya mengalihkan investasi ke emas, tetapi juga memperluas portofolio cadangan devisa mereka ke mata uang lokal negara-negara mitra dagang utama. Strategi ini dimaksudkan untuk mengurangi dominasi dolar AS dalam sistem keuangan internasional.

Profesor ekonomi dari Universitas Shanghai, Xi Junyang, mengatakan kepada Global Times bahwa penurunan kepemilikan surat utang AS mencerminkan keinginan China untuk menyeimbangkan alokasi cadangan devisa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Rekomendasi
Atlet Berkuda Narantraya...
Atlet Berkuda Narantraya Jeihan Widjaya Naik Podium, Sabet Posisi Tiga Djiugo Next Adventure 2026
Kapolri Temui Jaksa...
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Boni Hargens Apresiasi
KPK Geledah Rumah Anggota...
KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved