Harga Nikel Naik Turun, NICL Menjaga Pertumbuhan Laba Bersih
Rabu, 23 Juli 2025 - 16:58 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut Ia menerangkan, perseroan sudah menyiapkan langkah antisipatif sejak awal tahun, tercermin dengan kinerja operasional dan keuangan Perseroan yang bertumbuh pada semester pertama tahun 2025. Ia meyakini penurunan harga ini merupakan fluktuasi jangka pendek dan Perseroan berkomitmen untuk tetap adaptif terhadap situasi terkini guna mempersiapkan juga mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi.
“Di tengah situasi geopolitik global yang belum stabil dan turut berdampak pada perekonomian dalam negeri, kami tetap merasa puas dengan kinerja operasional dan keuangan Perseroan pada kuartal kedua 2025,” ungkap Ruddy Tjanaka.
Perseroan mencatatkan pertumbuhan jumlah aset pada semeser satu 2025 sebesar Rp1,09 triliun atau tumbuh sekitar 4,73% dibandingkan dengan aset pada tahun 2024 yaitu Rp1,05 triliun. Pada periode Juni 2025, perseroan mencatatkan penurunan jumlah liabilitas dimana pada periode tersebut perseroan mencatatkan Rp150,69 miliar jumlah liabilitas dibandingkan dengan periode Desember 2024 sebesar Rp171,92 miliar. Perseroan juga tidak memiliki utang bank jangka panjang.
Di sisi lain, Total Ekuitas Perseroan mengalami peningkatan dari Rp878,18 miliar menjadi Rp949,13 miliar pada periode semester satu tahun 2025, hal ini disebabkan oleh peningkatan saldo laba tahun berjalan Perseroan yang sangat signifikan.
Kinerja operasional perseoran pada semester pertama tahun 2025 ini memberikan dampak positif pada keuagan perseroan, sehingga posisi neraca perseroan cukup sehat dan kuat. Baca Juga: Penjualan Nikel NICL Meroket, Nilainya Tembus Setengah Triliun Rupiah
“Secara historis, Perseroan selalu membagikan dividen dan di tahun ini Perseroan juga telah membagikan dividen interim untuk periode buku 31 Maret 2025 kepada para pemegang sahamnya sebesar Rp159,53 miliar atau setara dengan 82,60% dari Laba Bersih Periode Berjalan Perseroan. Kedepannya, Perseroan berkomitmen untuk melakukan pembagian dividen kembali kepada pemegang saham yang besarannya akan menyesuaikan dengan persetujuan RUPS,” terangnya.
“Di tengah situasi geopolitik global yang belum stabil dan turut berdampak pada perekonomian dalam negeri, kami tetap merasa puas dengan kinerja operasional dan keuangan Perseroan pada kuartal kedua 2025,” ungkap Ruddy Tjanaka.
Perseroan mencatatkan pertumbuhan jumlah aset pada semeser satu 2025 sebesar Rp1,09 triliun atau tumbuh sekitar 4,73% dibandingkan dengan aset pada tahun 2024 yaitu Rp1,05 triliun. Pada periode Juni 2025, perseroan mencatatkan penurunan jumlah liabilitas dimana pada periode tersebut perseroan mencatatkan Rp150,69 miliar jumlah liabilitas dibandingkan dengan periode Desember 2024 sebesar Rp171,92 miliar. Perseroan juga tidak memiliki utang bank jangka panjang.
Di sisi lain, Total Ekuitas Perseroan mengalami peningkatan dari Rp878,18 miliar menjadi Rp949,13 miliar pada periode semester satu tahun 2025, hal ini disebabkan oleh peningkatan saldo laba tahun berjalan Perseroan yang sangat signifikan.
Kinerja operasional perseoran pada semester pertama tahun 2025 ini memberikan dampak positif pada keuagan perseroan, sehingga posisi neraca perseroan cukup sehat dan kuat. Baca Juga: Penjualan Nikel NICL Meroket, Nilainya Tembus Setengah Triliun Rupiah
“Secara historis, Perseroan selalu membagikan dividen dan di tahun ini Perseroan juga telah membagikan dividen interim untuk periode buku 31 Maret 2025 kepada para pemegang sahamnya sebesar Rp159,53 miliar atau setara dengan 82,60% dari Laba Bersih Periode Berjalan Perseroan. Kedepannya, Perseroan berkomitmen untuk melakukan pembagian dividen kembali kepada pemegang saham yang besarannya akan menyesuaikan dengan persetujuan RUPS,” terangnya.
Lihat Juga :