Penjualan Nikel NICL Meroket, Nilainya Tembus Setengah Triliun Rupiah
Rabu, 30 April 2025 - 16:31 WIB
loading...
Pada periode Maret 2025, PT PAM Mineral Tbk (NICL) berhasil mencatatkan penjualan sebesar Rp543,91 miliar atau mengalami kenaikan signifikan sebesar 365,68%. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pada periode Maret 2025, PT PAM Mineral Tbk (NICL) berhasil mencatatkan penjualan nikel sebesar Rp543,91 miliar atau mengalami kenaikan signifikan sebesar 365,68% dibandingkan dengan periode Maret 2024 yang hanya sebesar Rp116,79 miliar.
Seiring dengan kenaikan nilai penjualan, emiten sektor pertambangan yang dikendalikan oleh Christopher Sumasto Tjia (Beneficial Owner) secara tidak langsung melalui PT. PAM Metalindo ini, juga berhasil meningkatkan volume penjualan nikel dari periode sebelumnya 222.791 wmt menjadi sebesar 995.834 wmt.
Volume penjualan mengalami peningkatan signifikan sebesar 346,98%. Sedangkan Laba Kotor Perseroan juga meningkat tajam dari Rp43,29 miliar menjadi Rp291,81 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 574,06% YoY pada periode Maret 2025.
Baca Juga: Laba Bersih NICL Melambung Tinggi di Tengah Amblesnya Harga Nikel
Hal ini menyebabkan Perseroan mampu mencetak Marjin Laba Kotor yang tinggi pada periode Maret 2025 sebesar 53,65%, tumbuh melesat dibandingkan periode sebelumnya yang hanya sebesar 37,07%. Peningkatan marjin ini selain ditopang oleh kenaikan penjualan juga efisiensi yang dilakukan oleh Perseroan.
“Kendati kondisi industri nasional yang kurang menguntungkan dimana harga acuan nikel domestik sejak awal semester kedua tahun 2024 mengalami penurunan sebesar 10,85% hingga Maret 2025, Perseroan terbukti mampu untuk mengatasi tantangan tersebut. Selain itu, Perseroan juga selalu berusaha untuk melakukan efisiensi produksi secara konsisten,” ungkap Direktur Utama Perseroan, Ruddy Tjanaka.
Seiring dengan kenaikan nilai penjualan, emiten sektor pertambangan yang dikendalikan oleh Christopher Sumasto Tjia (Beneficial Owner) secara tidak langsung melalui PT. PAM Metalindo ini, juga berhasil meningkatkan volume penjualan nikel dari periode sebelumnya 222.791 wmt menjadi sebesar 995.834 wmt.
Volume penjualan mengalami peningkatan signifikan sebesar 346,98%. Sedangkan Laba Kotor Perseroan juga meningkat tajam dari Rp43,29 miliar menjadi Rp291,81 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 574,06% YoY pada periode Maret 2025.
Baca Juga: Laba Bersih NICL Melambung Tinggi di Tengah Amblesnya Harga Nikel
Hal ini menyebabkan Perseroan mampu mencetak Marjin Laba Kotor yang tinggi pada periode Maret 2025 sebesar 53,65%, tumbuh melesat dibandingkan periode sebelumnya yang hanya sebesar 37,07%. Peningkatan marjin ini selain ditopang oleh kenaikan penjualan juga efisiensi yang dilakukan oleh Perseroan.
“Kendati kondisi industri nasional yang kurang menguntungkan dimana harga acuan nikel domestik sejak awal semester kedua tahun 2024 mengalami penurunan sebesar 10,85% hingga Maret 2025, Perseroan terbukti mampu untuk mengatasi tantangan tersebut. Selain itu, Perseroan juga selalu berusaha untuk melakukan efisiensi produksi secara konsisten,” ungkap Direktur Utama Perseroan, Ruddy Tjanaka.
Lihat Juga :