Imbalan Tarif Impor 19%, AS Bisa Leluasa Akses Data Pribadi Warga Indonesia

Rabu, 23 Juli 2025 - 19:33 WIB
loading...
Imbalan Tarif Impor...
Amerika Serikat (AS) dan Indonesia sepakat membentuk kerangka perundingan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik yang akan memperluas akses pasar sekaligus mengatur sejumlah isu strategis kedua negara. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) dan Indonesia sepakat membentuk kerangka perundingan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik yang akan memperluas akses pasar sekaligus mengatur sejumlah isu strategis mulai dari tarif, ketenagakerjaan, lingkungan hingga pengelolaan data pribadi lintas negara.

Perjanjian tersebut diumumkan Gedung Putih pada Senin (22/7) dan menjadi kelanjutan dari Kesepakatan Kerangka Perdagangan dan Investasi (TIFA) yang telah ditandatangani kedua negara sejak 1996. Dalam perjanjian baru ini, Indonesia menyatakan akan menghapus sekitar 99 persen hambatan tarif bagi produk ekspor industri, pangan, dan pertanian asal AS.

Sebagai imbalan, AS akan menurunkan tarif hingga 19% bagi sejumlah barang ekspor asal Indonesia berdasarkan Perintah Eksekutif 14257 yang diteken Presiden AS Donald Trump pada April 2025. Komoditas tertentu bahkan akan mendapat pengurangan tarif lebih lanjut jika tidak diproduksi di dalam negeri AS.

Baca Juga: Trump Resmi Kenakan Tarif Impor Indonesia 19%, Ini Imbalan yang Diberikan ke AS

Kesepakatan ini juga menyentuh kerja sama teknis seperti penghapusan hambatan non-tarif, pengakuan standar keamanan dan sertifikasi asal AS, serta penyederhanaan proses pelabelan dan prosedur ekspor alat medis dan farmasi. Salah satu poin sensitif dalam kesepakatan adalah komitmen Indonesia membuka jalur pemindahan data pribadi ke AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Rekomendasi
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Berita Terkini
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved